BERITABUANA, JAKARTA – Advokat dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang menyarankan pihak kepolisian untuk mengabaikan laporan penyebaran konten hoax terhadap Tengku Zulkarnanin.

Sebagaimana diketahui, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dilaporkan oleh salah satu kelompok masyarakat, karena diduga ikut menyebarkan konten hoax terkait 7 kontainer kertas suara Pilpres yang sudah dicoblos paslon No.1 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Polisi, menurut Yusril, sebaiknya fokus mencari pelaku pertama yang menulis konten hoax tersebut dan memviralkannya di media sosial. Tengku Zulkarnain jelas bukan pelaku utama. Beliau memang sempat mempertanyakan konten hoax tersebut di akun twitter miliknya.

Namun, baru saja di posting dan diretwit beberapa orang, beliau segera menghapus twit dimaksud karena mendapat informasi bahwa konten itu ternyata hoax.

Oleh karena sifat twit Tengku Zulkarnain masih bersifat mempertanyakan, maka ada alasan pemaaf/pembenar pada beliau, sehingga menghapuskan sifat pidana sebagai penyebar konten hoax tanpa menelitinya lebih dahulu.

Yusril menegaskan bahwa hoax memang harus diperangi, karena mengganggu masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Namun penegakan hukum terhadap dugaan pelakunya tetap harus menjunjung tinggi asas kehati-hatian, agar tidak kontra produktif.

Tengku Zulkarnain adalah ulama yang berwibawa dan disegani. Karena itu, mengambil langkah hukum terhadap beliau harus ekstra hati-hati. Jangan sampai berkembang lagi isyu “kriminalisasi agama” yang justru akan jadi boomerang bagi penegakan hukum yang adil dan obyektif. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here