Jaksa Agung Perintahkan, Terpidana Handoko Lie Harus Ditangkap

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Mabes Polri meminta bantuan polisi internasional atau international police (interpol) untuk memburu dan menangkap terpidana Handoko Lie, pengusaha kakap di Kota Medan, yang kabur ke luar negeri.

“Karena untuk menemukan yang bersangkutan (Handoko Lie) tidak mungkin bisa dilakukan sendiri oleh Kejaksaan. Jadi kita tunggu saja hasilnya,” ujar Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (4/1).

Perburuan dan penangkapan Handoko Lie itu dimaksudkan guna melaksanakan putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Handoko Lie terkait kasus pencaplokan lahan PT KAI di Kota Medan, Sumatera Utara.

Jaksa Agung Prasetyo mengakui dalam proses hukum Handoko Lie ada saja lika-likunya. Termasuk ketika Kejaksaan dengan persetujuan MA memindahkan tempat sidang Handoko Lie dari Medan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ternyata, tutur Prasetyo, Pengadilan Tipikor Jakarta dalam putusannya malah menyatakan dakwaan jaksa terhadap Handoko Lie tidak dapat diterima atau di NO (Niet Ontvankelijke Verklaard).

“Ternyata disinipun ( Jakarta—Red) ada putusan dari pengadilan, di NO (Niet Ontvankelijke Verklaard) waktu itu. Si terdakwanya (Handoko Lie) pun ditangguhkan penahanannya,” kata Prasetyo.

Namun, tutur Jaksa Agung, ketika Kejaksaan mengajukan kasasi dan dikabulkan oleh MA ternyata Handoko Lie sudah keburu lari. “Yang bersangkutan sudah lari,” ujarnya.

Seperti diketahui dalam kasus pencaplokan lahan PT KAI di Kota Medan, majelis hakim kasasi MA diketuai Salman Luthan dengan hakim anggota Rakan Chaniago dan MS Lumme pada 30 November 2016 memutuskan Handoko Lie terbukti bersalah.

Handoko Lie pun dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan penjara serta harus membayar uang pengganti Rp187 miliar subsidair enam tahun penjara. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *