BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (TK), tersangka kasus suap terkait dana alokasi khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen.

“Dilakukan perpanjangan penahanan untuk TK selama 30 hari ke depan terhitung 4 Januari sampai 3 Februari 2019,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (3/1).

Terkait perpanjangan penahanan itu, KPK pada Rabu memanggil Taufik Kurniawan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. ketika itu tersangka Taufik juga mengenakan borgol yang mulai diterapkan terhadap para tahanan KPK sejak Rabu (2/1) lalu. Namun tersangka Taufik tetap menghormati KPK soal pemborgolan tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya KPK pada 30 Oktober 2018 resmi menetapkan Taufik sebagai tersangka. Penerimaan hadiah atau janji oleh Taufik Kurniawan terkait perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016 untuk alokasi APBD Perubahan Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016. Diduga Taufik Kurniwan menerima sekurang kurangnya sebesar Rp3,65 miliar.

Sebagian alokasi anggaran DAK untuk proyek ini diduga juga dipegang oleh PT TRADHA yang juga dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai korporasi . PT TRADHA diduga perusahaan milik Bupati Kebumen nonaktif Muhammad Yahya Fuad yang meminjam bendera sejumlah perusahaan untuk mengerjakan proyek jalan di Kebumen.

Atas perbuatannya tersebut, Taufik Kurniawan disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here