BERITABUANA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil bergerak menguat hingga 0,1% di hadapan dolar AS pada saat pembukaan pasar spot Kamis (3/1/2019) pagi tadi. Sayangnya, penguatan itu tidak bertahan lama di hadapan dolar AS, karena pukul 09.35 WIB, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,26%.

Pelemahan tersebut membawa rupiah ke level Rp14.488 per dolar AS. Tak hanya di hadapan dolar AS, rupiah juga melemah di hadapan euro dan mata uang utama Asia. Di hadapan euro, rupiah melemah 0,31%. Sementara itu, di hadapan mata uang utama Asia seperti yuan China (-0,14%), dolar Hongkong (-0,16%), yen Jepang (-1,84%), dan dolar Singapura (-0,25%), rupiah juga terpantau melemah.

Mata uang yen Jepang adalah mata uang dengan penguatan paling besar terhadap rupiah. Pasalnya, kini yen tengah menjadi primadona bagi para investor. FX Strategist at Credit Agricole, Eric Viloria, menyatakan bahwa saat ini investor lebih memilih yen sebagai safe haven daripada dolar AS dan euro.

“Yen sebagai safe haven juga mendapat dukungan dari berlanjutnya kekhawatiran tentang perpanjangan penutupan pemerintahan Amerika Serikat,” jelasnya seperti yang dikutip dari Reuters.

Kepercayaan investor untuk berlindung di bawah payung yen bahkan membuat dolar AS tertekan lebih dari 1% di hadapan yen Jepang. Data perdagangan RTI mencatat, dolar AS melemah 1,65% di hadapan yen Jepang dan disusul melemah 0,04% di hadapan dolar Singapura. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here