BERITABUANA, JAKARTA – Pasca dicabutnya izin penggunaan frekuensi 2,3 Ghz PT First Media Tbk dan PT Internux (Bolt), oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Smartfren bergerak cepat dengan mengambil alih pelanggan Bolt.

Dalam keterangan resminya yang diterima redaksi beritabuana, Rabu (2/1/2019), PT. Smartfren Telecom melalui Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim, mengumumkan kerja sama dengan Bolt dan menyatakan siap mendukung Bolt melanjutkan pelayanan kepada pada pelanggannya.

Djoko mengatakan, kesepakatan ini mereka lakukan sebagai bentuk dukungan Smartfren terhadap pelanggan Bolt.

“Tentunya selain tetap dapat melanjutkan layanan internetnya, kini pelanggan Bolt dapat menikmati internet di wilayah yang lebih luas, karena Smartfren hadir di lebih dari 200 kota Indonesia,” tambahya lagi.

Dalam proses ini, bagi pelanggan Bolt yang lolos verifikasi, akan mendapatkan langsung kartu perdana Smartfren Now+ secara gratis, dengan benefit kuota sebesar 6 GB, terdiri dari 2,5 GB kuota utama dan 3,5 GB kuota malam.

Smartfren pun menawarkan iming-iming Sim Card dan bonus internet untuk pelanggan lama Bollt. Caranya, pelanggan cukup datang ke 28 lokasi Bolt Zone di Jabodetabek dan Medan kemudian ikuti verifikasi dari Bolt.
Bolt juga menyediakan teknisi untuk unlock modem Bolt agar dapat digunakan dengan SIM Card dari operator lain.

”Jika sudah lolos tahap verifikasi, customer service Smartfren yang berada di Bolt Zone siap melayani penukaran serta aktivasi kartu perdana Smartfren,” demikian pengumuman yang disampaikan Smartfren. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here