BERITABUANA, JAKARTA – Selama belum ada sekolah darurat di posko-posko pengungsian di daerah terdampak bencana, harus ada pendampingan anak yang memungkinkan mereka ada yang belajar sambil bermain.

Demikian dikemukakan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Nahar SE., MSi, saat dihubungi wartawan, Rabu (2/1/2019).

Nahar menegaskan, walaupun kondisi bencana masih darurat, namun anak-anak di pos pengungsian jangan sampai berhenti untuk belajar.

“Jangan sampai ada jeda diantara mereka mau belajar, kalau tidak difasiltiasi juga tidak baik. Karenanya, kami mendorong agar secepatnya aktifitas sekolah bisa segera di aktifkan kembali,” ujar dia.

Bahkan, Nahar berharap secepat mungkin petugas-petugas atau pendamping-pendamping anak itu harus ada, kalau bisa 1×24 jam melakukan pendampingan. Sebab ia khawatir karena dalam situasi-situasi misalnya ada sebagian anak yang kehilangan orang tuanya lalu kemudian dia tidak berada lagi di lingkungan rumah dan sekarang dia harus tinggal di daerah pengungsian, maka pilihan-pilihan tempat dan belajar itu di berikan oleh para pendamping.

“Jadi tempat aman harus dipersiapkan, ramah untuk anak, oleh karena itu di posko-posko pengungsian harus ada tempat khusus anak-anak,” katanya.

Dengan begitu, hak untuk mendapatkan kesehatan lalu kemudian tetap untuk belajar lalu untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan lainnya dimungkinkan walaupun mereka berada di tempat pengungsian, demikian . Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here