BERITABUANA, CIANJUR – Sudah diprediksi jauh sebelumnya bahwa hunian villa di daerah Puncak dan sekitarnya akan sepi pengunjung. Hal ini terbukti dari keluhan para  pemilik dan pengelola vila di kawasan Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Mereka mengeluh libur panjang akhir tahun ini sepi, sehingga mereka tidak mendapat penghasilan.

Ujang Dedi, pengelola belasan Vila di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Jawa Barat mengeluh, menyebut bahwa libur panjang akhir tahun ini, paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sesepinya pengunjung masih ada empat sampai lima vila terisi. Namun tahun ini, tidak satupun vila yang terisi,” kata Ujang, Selasa (1/1/2019)

Menurutnya, tahun sebelumnya satu bulan menjelang akhir tahun dari 13 Vila yang dikelolanya tujuh di antaranya sudah terpesan dan akan terisi penuh dua hari menjelang pergantian tahun. Namun tahun ini, dia terpaksa menutupi biaya operasional dari kantong sendiri karena sepinya pemesan.

Ia menduga sepinya angka kunjungan ke kawasan tersebut disebabkan sejumlah faktor seperti belum tuntasnya perbaikan jalan yang amblas di kawasan Puncak, ditambah ditutupnya jalur menuju Puncak-Cianjur dari kedua arah Bogor dan Cianjur serta merebaknya isu gempa dan bencana alam lainnya di kawasan tersebut.

Hal yang sama diakui pengelola hotel berbagai kelas di kawasan tersebut, target kamar yang mereka miliki terisi penuh, hanya mencapai 80 persen yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan tahun lalu, sebagian besar hotel berbintang dan kelas melati terpaksa menolak tamu yang datang.

“Tahun ini angka hunian menurun drastis. Dari seratusan kamar yang tersedia, hanya 70 persen yang terisi, sebagian besar pemesan merupakan langanan lama dari Jabodetabek. Berbagai faktor penyebab salah satunya perbaikan jalur utama yang belum tuntas,” kata Iman staf hotel berbintang di Jalan Raya Cipanas-Puncak. (Ant/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here