BERITABUANA, JAKARTA – Warga yang ditemukan tewas termutilasi, di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diduga sengaja dibunuh oleh buronan Mujahidin Timur (MIT) Poso. Tujuannya, menciptakan teror untuk meresahkan masyarakat.

Demikian dikatakan Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (1/1/2019). Selain itu, kata dia lagi, mereka juga menyasar polisi.

Dijelaskan Dedi, korban mutilasi diketahui berinisial RB (34), warga setempat. Korban pekerja ladang. Ditemukan di jembatan desa pada 30 Desember 2018. Setelah mengevakuasi kepala korban, polisi pun bergegas mencari badan korban. Kemudian, diketahui badan RB ditemukan di daerah pengunungan. Dan diambil pada 31 Desember 2018.

Nah, saat dua anggota tim gabungan Polres Marigi dan Polda Sulawesi Tengah yakni Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Andrew Maha Putra dan Bripka Baso melakukan evakuasi, mereka ditembak oleh kelompok yang dipimpin oleh Ali Kalora.

“Dari keempat tembakan yang dilakukan, dua tembakan mengenai Bripka Andrew Maha Putra dan dua tembakan lainnya mengenai Bripka Baso,” ujar Dedi.

Diceritakan Dedi, sebelum terjadi penembaka, awalnya tim gabungan melihat ranting pohon yang berjejer di tengah jalan. Kedua anggota itu kemudian membersihkan ranting-ranting tersebut. Namun, polisi justru ditembaki oleh kelompok tersebut.

Menurut Dedi, Bripka Andrew dan personel lainnya sempat melakukan tembakan balasan. Baku tembak di sekitar bukit pun terjadi selama kurang lebih 30 menit. Bripka Andrew mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri atas, punggung sebelah kanan dan kaki kanannya patah. Sedangkan, Bripka Baso mengalami luka tembak di bahu sebelah kiri dan pantat.
“Patah tulang yang dialami oleh Bripka Andrew masih belum diketahui apakah dari tembakan atau dari bom lontong yang dilempar oleh DPO (daftar pencarian orang) MIT Poso,” kata Dedi.

Saat ini, tambah Dedi, petugas masih melakukan pengejaran pada para pelaku. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here