BERITABUANA, JAKARTA- Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan untuk melakukan evakuasi dalam rangka menolong korban longsor Sukabumi memerlukan alat berat. Meski, akses jalan dan medan cukup berat.

“Cuaca di lokasi kejadian hujan. Jalanan terjal berbatu ditambah hujan menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi,” kata Sutopo melalui pesan tertulisnya diterima di Jakarta, Selasa (1/1).

Sebelumnya, Tim SAR masih melakukan upaya pencarian 41 korban longsor di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Longsor terjadi tiba-tiba pada Seninpukul 17.30 WIB. Tim SAR terus melakukan pencarian korban longsor,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resminya, Selasa (1/1).

Diketahui, hingga Selasa (1/1) pukul 02.30 WIB tercatat 32 KK atau 107 jiwa terdampak longsor, terdiri dari dua orang meninggal dunia, tiga orang luka-luka, 61 orang di pengungsian dan 41 orang belum ditemukan.

Menurut data sementara, kerugian fisik sementara terdapat 30 unit rumah tertimbun.

Sutopo menjelaskan kondisi di lokasi kejadian sementara ini hujan dengan listrik padam. Seluruh jaringan komunikasi untuk telepon genggam terhambat. Oleh karena itu, saat ini kegiatan pencarian serta evakuasi korban terdampak longsor dihentikan sementara karena kondisi tersebut.

Komunikasi dengan tim di lapangan hanya bisa menggunakan radio komunikasi atau Handy Talkie. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here