BERITABUANA, JAKARTA – Praktisi hukum Ahmad Irawan meminta sebaiknya Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tidak menormakan tindakan pemborgolan itu. Sebab, kadangkala aturan itu merupakan musuh tersembunyi (hidden enemy) yang dapat melahirkan tindakan diskriminatif.

Pernyataan tersebut diaampaikan Irawan kepada media, Minggu (30/12/2018), terkait wacana lembaga antirasuah pimpinan Agus Rahardjo yang akan memborgol tahanannya pada Tahun 2019.

“Pada Tahun 2019 KPK akan memborgol tahanan. Entah seperti apa detail pengaturannya. Tujuannya katanya untuk memberikan efek jera,” ujarnya.

Menurut Irawan, memang selama ini tak ada norma yang mengatur bagaimana dan terhadap orang yang bagaimana dapat dilakukan pemborgolan, semuanya tergantung diskresi penegak hukum di lapangan.

“Hanya saja, selama ini pemborgolan dilakukan jika memang dipandang perlu agar tahanan tidak melarikan diri, jadi bukan untuk efek jera,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK berencana untuk menerapkan peraturan yang mengatur tentang pemborgolan tahanan usai menjalani pemeriksaan. KPK tengah mempertimbangkan agar aturan tersebut dapat dimulai pada tahun 2019.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi (Perkom). Menurut dia, peraturan tersebut mirip seperti yang diterapkan aparat kepolisian kepada tahanan.

“Kita udah punya Perkom (Peraturan Komisi) sebetulnya. Perkom itu mirip dengan teman teman di kepolisian, begitu menjadi tersangka dan tahanan kemudian setelah keluar pemeriksaan itu kan diborgol,” jelasnya di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat lalu (28/12/2018).

“Mudah mudahan nanti bisa diterapkan di tahun 2019,” sambung Agus.

Agus juga berharap adanya perubahan terhadap Undang-Undang terkait sanksi sosial di masyarakat terhadap koruptor. Dia menilai sanksi sosial di masyarakat dapat membawa efek jera bagi para koruptor.

“Kita juga berharap ada perubahan terhadap UU kita yang memungkinkan sanksi sosial. Bisa aja kan melakukan itu mungkin bisa membuat orang menjadi agak sungkan ya agak malu untuk melakukan korupsi karena memang hukumannya termasuk yang akan diterima dari masyarakat,” tutupnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here