BERITABUANA, JAKARTA–Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Krishna Syarif mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan korban bencana tsunami yang melanda Wilayah Banten dan Lampung karena ada kemungkinan bertambah, khususnya yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Dampak Tsunami yang luar biasa ini menelan cukup banyak kerugian, baik dari segi kerusakan, maupun korban jiwa. Tim kami terus menelusuri adanya kemungkinan peserta selain dari karyawan PLN,” tutur Krishna saat menjenguk peserta BPJS Ketenagakarjaan yang menjadi korban tsunami di Rumah Sakit Cinere, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

Ia menyebutkan juga tentang korban yang  berhasil diidentifikasi oleh timnya di lapangan, ternyata ada pula karyawan dari BPK Penabur yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sebelumnya diinformasikan bahwa terdapat peserta BPJS Ketenagakerjaan yang saat kejadian sedang dalam posisi melaksanakan tugas atau kegiatan kedinasan.

“Dan setelah kami telusuri, sebanyak 20 orang peserta kami menjadi korban meninggal dunia ditambah satu orang masih hilang. Jadi total 21 orang dan mereka dalam posisi sedang menjalankan tugas kedinasan atau bekerja. Tentunya kami sudah persiapkan segala sesuatunya dan akan segera menghubungi ahli waris masing-masing korban,” terang Krishna.

Mengenai korbsn itu, menurutnya, 14 orang karyawan PLN, satu karyawan PT BJU, satu karyawan dari BPK Penabur dan 5 lainnya masing-masing  dari PT JAS, PT DRH dan Banten West Java TDC. Sementara, korban yang mengalami luka-luka dan teridentifikasi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan telah mendapatkan perawatan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di beberapa rumah sakit kerjasama.

Salah satunya, ujar Krishna, di Rumah Sakit Puri Cinere. Korban yang dirawat ini, menurutnya, ada 23 orang, dan khusus di RS Cinere ada 15 orang yang mendapatkan perawatan. Sedang tiga orang lainnya tersebar di Rumah Sakit Royal Taruma, ditambah dengan tigaorang yang dirawat di RSUD Berkah, RSUD Drajat, dan Sentra Medika Cibinong. “Sampao saat ini sembilan orang yang dirawat sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Krishna menjamin bahwa seluruh peserta yang mendapatkan perawatan ini akan dirawat hingga sembuh, tanpa batasan biaya sesuai dengan indikasi medis. Selain itu ia mrngungkapkan, tim BPJS TK juga sedang melakukan penelusuran mengenai kemungkinan jatuhnya korban dari peserta profesi, seperti nelayan ataupun pengisi acara. “Jika mereka terdaftar sebagai peserta, kami akan berikan semua hak-hak ahli waris sesegera mungkin,” tandasnya. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here