BERITABUANA, JAKARTA – Kemenaker kembali melakukan terobosan dalam melakukan pembenahan tatakelola penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di era digitalisasi dengan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (SIPMI) Tahun 2018.

“Diharapkan dengan peluncuran SIPMI ini mampu memberikan perlindungan PMI sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI),” jelas Menaker M Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Selain itu, menurutnya, peluncuran SIMPI tahun 2018 ini bertujuan agar dapat melayani kebutuhan informasi bagi PMI baik dari Pra-Masa-dan Purna-penempatan PMI serta memberikan proteksi kepada calon PMI dan PMI. Lebih dari itu, dapat mengantisipasi kesulitan dalam memperoleh data CPMI, PMI, dan purna PMI serta melacak keberadaan PMI di negara penempatan, khususnya dalam menghadapi permasalahan/kasus agar segera terdeteksi.

“Dengan demikian dapat ditangani lebih cepat dan tepat serta transparan,” kata Hanif seraya menjelaskan aplikasi SIPMI memiliki tiga prioritas utama. Pertama, menunjang kebutuhan pekerja migran Indonesia untuk berkomunikasi secara personal maupun mengelola aktivitas group, seperti personal chatting, group chatting, get and share location, baik dengan sesama pekerja migran maupun dengan keluarganya.

Kedua, menunjang informasi yang dibutuhkan para pekerja migran baik dari sesama pekerja migran maupun dari Pemerintah. Ketiga, sebagai proteksi diri para pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri yang merupakan hal terpenting bagi para pekerja migran Indonesia.

Adanya aplikasi ini, menurut Hanif, berbagai penyelenggaraan program pemberdayaan pemerintah dapat tersalurkan dengan baik atau tepat sasaran karena aplikasi ini mampu memberikan informasi yang akurat. “Sehingga di perlukan adanya high level comitment antar Kementerian/Lembaga terkait baik penempatan dan perlindungan PMI,“ paparnya.

Menyinggungjumlahpekerja migran, Hanif menyebutkan, setiap tahun jumlah selalu bertambah. Berdasarkan data World Bank, jumlah PMI yang ditempatkan keluar negeri per-akhir tahun 2017 sebanyak 9 juta PMI. Data PMI legal yang tercatat pada Kemnaker tahun 2016 sebanyak 216.258, tahun 2017 sebanyak 243.160 dan tahun 2018 per bulan November sebanyak 248.723 dan Total selama tiga Tahun sebanyak 708.141. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here