BERITABUANA, BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terkendala cuaca.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Bagian Barat PVMBG, Kristianto ketika dihubungi mengatakan pemantauan pihaknya masih terkendala cuaca, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan dugaan adanya longsoran bawah laut yang berasal dari tubuh Gunung Anak Krakatau, sehingga menyebabkan gelombang besar di perairan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam WIB.

Untuk mengecek dugaan adanya longsoran tim akan melakukan pemantauan melalui citra morfologi Gunung Anak Krakatau. Selain itu, upaya penyelaman harus dilakukan untuk mengetahui adanya material yang terbuang ke kolom air laut.

“Kalau untuk sementara ini kami dengan tim dari gempa bumi dan tsunami PVMBG, masih menduga itu terjadi akibat adanya longsoran. Tapi bukan dipermukaannya tapi di tubuh Gunung Anak Krakatau,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan gelombang besar hingga terjadi tsunami, seperti pergeseran lempeng, letusan besar gunung api, maupun longsoran besar yang masuk ke dalam kolom air laut.

Namun, berdasarkan alat pemantauan Gunung Anak Krakatau tidak ada aktivitas vulkanik yang menunjukkan gejala letusan besar maupun longsoran tubuh Anak Krakatau ke laut.

“Untuk merontokkan bagian tubuh (Gunung Anak Krakatau) yang longsor ke bagian laut diperlukan energi yang cukup besar. Ini tidak terdeteksi oleh seismograf di pos pengamatan. Masih perlu data-data untuk dikorelasikan antara letusan gunung api dengan tsunami,” jelasnya.

Saat ini, letusan Gunung Anak Krakatau masih bertipe strombolian dan statusnya level II atau waspada. Gunung tersebut mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018.

Berdasarkan rekaman seismograf tanggal 23 Desember 2018 tercatat, gempa tremor menerus dengan amplitudo 10-58 milimeter, dominan 50 milimeter. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here