[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

BERITABUANA, JAKARTA – Ini konfirmasi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahwa 11 pegawainya meninggal dunia akibat tsunami yang melanda kawasan sekitar Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam WIB.

Kepala Satuan Komunikasi Corporate PT PLN (Persero), I Made Suprateka, di Jakarta, Minggu (23/12), mengatakan laporan dari posko pihaknya 11 orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari pegawai PLN, keluarga dan anak-anak pegawai.

Acara internal PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) sedang digelar saat tsunami terjadi. Acara itu diikuti 260 pegawai PLN dan menurut data terkini 170 di antaranya sudah ditemukan dan masih ada 19 orang yang belum diketahui keberadaannya.

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat tsunami dan gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan hingga Minggu pagi tercatat sudah menyebabkan 62 orang meninggal dunia, 584 orang mengalami luka-luka, 20 orang hilang, 430 rumah rusak berat, sembilan hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat.

Pandeglang merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana dengan jumlah korban jiwa 33 orang dan korban luka 491 orang. Selain itu, di Pandeglang, gelombang tinggi dan tsunami menyebabkan 400 rumah, sembilan hotel, dan 10 kapal rusak berat.

Daerah yang terdampak meliputi permukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita.

Sementara di Lampung Selatan bencana menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 rumah rusak berat. Dan, di Serang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, empat orang luka-luka dan dua orang hilang. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here