BERITABUANA, BARCELONA – Dani Pedrosa karirnya boleh saja berakhir di MotoGP. Namun, ia tetap tidak bisa jauh-jauh dari dunia balap motor yang sudah membesarkan namanya.

Meski lebih 200 kali mengalami cedera, lelaki 33 tahun itu tetap mencintai balap motor. Jumlah cedera dan pelat metal yang dipasang di tubuh Pedrosa hampir tidak lagi bisa dihitung.

Tubuh kecil Pedrosa memang dianggap rentan terkena cedera jika terjatuh dari motor MotoGP yang punya tenaga besar. Serunya, beberapa cedera dialaminya pada momen-momen krusial, termasuk saat memperebutkan gelar juara pada MotoGP 2012.
Ia mengakui cedera yang dialami pada momen krusial itu menorehkan luka batin yang sangat mendalam dan sulit untuk disembuhkan.

“Satu, dua, tiga, atau empat cedera tidak terlalu berpengaruh banyak. Namun, cedera-cedera di momen-momen krusial terasa seperti luka yang sangat dalam, lebih sulit dihapus. Namun, momen-momen seperti itulah yang membentuk Anda,” ucap Dani Pedrosa, Jumat (21/12).

“Saya sudah tidak tahu lagi berapa titik cedera di tubuh saya, lebih dari 200 titik. Itu adalah pengalaman yang berharga karena mengajarkan Anda untuk terus bersikap positif,” lanjut pebalap kelahiran Sabadell, Barcelona, itu.

Pernyataan Dani Pedrosa itu terungkap dalam film dokumenter mengenai dirinya yang berjudul ‘Samurai Pendiam’ yang diluncurkan di Barcelona. Dalam film itu, Pedrosa banyak mengungkap soal sisi lain dirinya, termasuk soal keraguan berkarir di MotoGP karena tubuhnya yang mungil. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here