BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Subandiyono, salah seorang pegawai pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak.

“Pemeriksaan itu terkait dengan kasus korupsi pengurusan pajak atas nama tersangka korporasi PT CPM,” ujar Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/12).

Menurut Mukri, saksi Subandiyono dimintai keterangannya oleh penyidik terkait suap kepengurusan pajak kepada pegawai di sejumlah Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Sebelumnya tim penyidik pada gedung bundar telah menetapkan 5 korporasi sebagai tersangka dugaan pidana korupsi. Praktik lancung itu terkait suap pengurusan pajak kepada pegawai di sejumlah Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

“Kelima tersangka korporasi itu ialah PT ZS, PT RN, PT JS, PT CPM dan PT SMII,” kata Mukri.

Nominal suap kepada pejabat pajak bervariatif. Penyidik menyebut suap terbesar diberikan oleh PT CPM dengan nilai sekitar Rp900 juta. “Kalau secara keseluruhan dari 5 korporasi, kira-kira suap itu sebesar Rp5,2 miliar.” tambah Mukri.

Menurut dia, nominal fantastis tersebut merupakan akumulasi tunggakan pajak yang belum dibayarkan kurun 2007-2013. Ia menegaskan, pihaknya tetap menelusuri perkara itu guna melacak korporasi lain yang diduga melakukan pidana serupa.

Sebelumnya, tim penyidik telah menetapkan Pranoto Aries Wibowo, mantan pejabat KPP Gambir yang kini bertugas di KPP Semarang, sebagai tersangka. Nama Pranoto muncul dari keterangan terdakwa mantan pejabat KPP Gambir, Jajun Junaedi dan Agung Pramoedya, penerima suap Rp14 miliar yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pranoto meradang karena disebut menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah korporasi sebesar Rp5,2 miliar. Uang yang diterima diduga untuk pengurusan pajak dalam penjualan faktur pajak di KPP Gambir periode 2007-2013. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here