BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Kota akhirnya menetapkan tersangka Hartanto Jusman sebagai tahanan kota dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sesuai dengan LP No LP/B/682/VIII/2017/PMJ/Restro Tangerang Kota , tanggal 7 Agustus 2017.

“Status Hartanto Jusman saat ini tahanan kota, maka status hukumnya otomatis akan menjadi terdakwa setelah diserahkan ke pengadilan, kami jerat dengan Pasal 374 atau 372 KUHP, nanti dipersidangan dan tersangka tidak boleh meninggalkan Kota Tangerang selama masa tahanan kota,” jelas jaksa penuntut umum (JPU) Ayanih kepada wartawan di kantor Kejari Tangerang, Jumat (21/12).

Suherman Mihardja, SH, MH, sebagai pelapor mengaku heran dan menyesalkan status tahanan kota terhadap tersangka oleh pihak Kejari Tangerang, meskipun mempunyai hak untuk melakukan penahanan terhadap Dirut PT Bumi Sejahtera Ariya itu.

“Tersangka pernah menghilang selama 7 bulan baik sebelum maupun dalam proses penyidikan, bahkan pada saat akan diserahkan ke Kejaksaan oleh pihak penyidik tahap 2 ( P21 ), tersangka sempat menghilang setelah keluar dari rumah sakit, selama 2 minggu sampai akhirnya dapat diserahkan oleh penyidik kepada Kejaksaan Negeri Tangerang Kota,” ungkap Suherman Mihardja.

“Sesuai dengan fakta yang ada, jelas tersangka terbukti tidak kooperatif, patut diduga tersangka akan melarikan diri kembali,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik sampai diserahkan ke Kejaksaan banyak sekali kejanggalan dalam penanganan kasus ini.
“Maka, patut diduga adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha mempengaruhi dalam kasus ini,” kata Suherman Mihardja kepada wartawan.

Pengusaha yang juga advokat ini menyarankan jangan sampai nanti persidangan terkendala dengan alasan sakit, padahal kondisi tersangka sebelum berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P 21) masih kelihatan sangat bugar kondisinya dan bisa keluar kota. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here