BERITABUANA, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDI P) Bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan menerbitkan buku catatan hukum akhir tahun 2018. Dalam buku yang diberi judul “2019, PDI Perjuangan Menang Pileg dan Menang Pilpres” disorot maraknya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kepala daerah.

Ketua DPP PDI P Trimedia Panjaitan kepada awak media di Jakarta, Kamis (20/12/2018) menyatakan, maraknya OTT terhadap kasus korupsi ini, yang sebagian besar adalah kepala daerah, jelas sangat memprihatinkan.

“Kami mencermati berlanjutnya OTT kepala daerah, sekaligus mempertanyakan mengapa OTT terhadap kepala daerah terus terjadi,” kata Trimedia.

Pihaknya juga mempertanyakan, apa yang salah dalam system pemberantasan korupsi di negeri kita. Sebab disatu sisi penindakan korupsi gencar dilakukan, tapi praktek korupsi juga jalan terus.

“Atau, apa yang salah dengan system politik kita, sebab di kala aparat penegak hokum sangat tegas dalam penindakan korupsi, tapi penyelenggara Negara seperti kepala daerah tidak takut atau jera untuk korupsi,” katanya dalam nada beranya.

Kepala daerah asal PDI P juga ada yang di OTT KPK. Menurut Trimedia, sikap partainya terhadap kader partai yang terkena OTT sangat tegas, bahkan PDI P telah mencanangkan diri sebagai partai pelopor anti korupsi. Tidak hanya mengikrarkan diri, tetapi sikap tegas itu pun dilembagakan lewat tata cara keorganisasian.

“PDI perjuangan bersiap konsisten dan tegas dengan memecat seketika jika ada kadernya yang kena OTT atau tersangka KPK. Partai langsung mengeluarkan surat pemecatan meski kasusnya belum berproses di pengadilan. Sikap tegas demikian dalam organisasi bukan hal yang mudah jika kembali pada prinsip azas praduga tak bersalah,” demikian salah satu bagian sikap PDI P seperti yang ada dalam buku tersebut.

Menurut partai ini, masih terjadinya kasus-kasus korupsin yang menjerat kepala daerah, menjadi pemicu perbaikan proses kaderisasi internal partai dan membuka ruang untuk mendiskusikan kembali system perpolitikan di Indonesia. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here