BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sebagai pelapor, Suherman Mihardja, SH, MH, mengaku heran dan mempertanyakan sikap penyidik Polres Metro Tangerang Kota dalam menangani proses hukum dengan tersangka Hartanto Jusman.

Pasalnya, meski sudah dinyatakan lengkap perkara dengan LP:B/682/VII/207 Res.Tangerang tersebut, namun hingga kini penyidik Polres Tangerang belum bisa menghadirkan tersangka kepada pihak Kejaksaan Negeri Tangerang.

“Berkas sudah dinyatakan lengkap (P21), tapi kok tersangkanya hingga saat ini belum dapat dihadirkan oleh penyidik Polres Metro Tangerang Kota ke pihak Kejaksaan Negeri Tangerang, ada apa ini? wajar dong, saya sebagai pelapor dalam perkara ini mempertanyakan,” ujar Suherman Mihardja dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/12).

Menindaklanjuti hal tersebut, Suherman Mihardja menyatakan sudah melayangkan surat ke Kapolres Metro Tangerang Kota tertanggal 18 Desember 2018. Inti surat tersebut agar pihak penyidik segera menghadirkan tersangka Hartanto Jusman yang hingga surat itu diajukan belum dapat dihadirkan, bahkan tidak jelas keberadaannya.

“Sebagai pelapor saya ingin mengetahui kejelasan pelimpahan perkara yang sudah dinyatakan P 21,” tegas pengusaha yang juga advokat ini.

Menurut Suherman, berkas perkara itu sudah dinyatakan lengkap berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara tertanggal 15 November 2018.

Menurutnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang, Robert P.A Pelealu sebelumnya telah menyatakan, bahwa perkara Nomor: BP/73 tertanggal 23 Agustus 2018 telah diterima pada tanggal 20 Oktober 2018 atas nama Hartanto Jusman yang disangka melanggar pasal 374 atau 372 KUHP, setelah dilakukan penelitian hasil penyidikannya sudah dinyatakan lengkap.

“Dalam surat panggilan ke-1 tertanggal 22 November 2018 agar tersangka hadir pada tanggal 27 November 2018 untuk dihadapkan ke pihak kejaksaan, namun tidak hadir,” kata Suherman menambahkan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, tersangka Hartanto Jusman sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta pada tanggal 26 November 2018, satu hari sebelum panggilan surat panggilan ke-1 dan penyidik sudah memeriksa di rumah sakit tersebut berikut keterangan dokternya,” sambung Pengurus DPC Peradi Jakarta Barat itu.

Dijelaskannya, upaya penyidik untuk menghadirkan tersangkanya kembali gagal. Dalam surat panggilan ke-2 pada tanggal 1 Desember 2018 agar tersangka hadir pada tanggal 3 Desember 2018 di Polres Metro Tangerang Kota, tersangka kembali mangkir, bahkan tidak diketahui keberadaannya.

“Hingga saat ini tersangka belum dapat dihadirkan, melalui surat yang saya layangkan. Saya berharap, Kapolres Metro Tangerang Kota segera memperhatikan proses penyidikan atas perkara yang saya laporkan. Ini penting untuk menghindari adanya kepentingan oknum penyidik tertentu yang berusaha memperlambat, bahkan diduga melindungi tersangka dengan cara mengulur-ulur waktu. Apalagi tersangkanya tidak ditahan,” ungkap Suherman sembari memperlihatkan surat laporannya dengan tembusan Kapolri, Wakapolri, Irwasum Polri, Kabareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan Kapolda Metro Jaya itu.

Meski demikian, sejumlah wartawan masih kesulitan untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Bahkan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dedi Supriadi saat dihubungi wartawan juga belum memberikan keterangannya secara resmi.

Karena itu tim penyidik Polres Metro Tangerang Kota belum dapat memberikan keterangan apapun terkait keberadaan Hartanto Jusman yang tidak ditahan dalam perkara tersebut. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here