BERITABUANA, JAKARTA – Direktur Pengembangan Strategis & TI BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Sumarjono mengatakan, belum adanya jaminan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan ini menjadi persoalan serius mengingat saat ini terdapat sekitar 27 juta orang yang tergolong rentan (40 persen pendapatan terendah dan bekerja di sektor informal).

“Pekerja rentan di Indonesia juga sangat berisiko jatuh miskin, rata-rata pengeluaran per kapita pekerja rentan adalah sekitar Rp430 ribu/bulan, atau hanya sedikit di atas garis kemiskinan,” kata Sumarjono di Jakarya, Selasa (18/12/2018).

Permasalahan itu sebelumnya dibahas dalam focus group discussion (FGD) dengan kalangan pemerintah, akademisi, pengusaha dan lainnya untuk mencari solusi bagi pekerja rentan di Jakarta, Senin (17/12/2018). Mengenai pekerja rentan itu terkonsentrasi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Selain itu terkonsentrasi pada pengelolaan air, sampah dan limbah, pertambangan dan penggalian, yang merupakan sektor-sektor dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi dan hanya kurang dari satu persen pekerja rentan yang saat ini dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk itu, kepesertaan mereka dalam program Jaminan Kecelakaan  Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) adalah jaring pengaman agar sekeluarga tidak jatuh miskin,” jelas Sumarjono.

Terkait hal ini, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI Teguh Dartanto merancang kepesertaan mereka secara bertahap. Menurutnya, tahap pertama 10 persen pekerja berupah terendah maka dibutuhkan anggaran Rp1,3 triliun dalam setahun. “Angka itu dinilainya relatif kecil atau 0,05 persen dari APBN 2019,” tuturnya.

Sementara Direktur Perencanaan Kependudukan dan Perlindungan Sosial, Bappenas Maliki PhD mengatakan, perlu skala prioritas untuk mengatasi pekerja rentan. Untuk itu, diperlukan kajian akademis guna melihat manfaat kepesertaan pekerja rentan dalam program jaminan sosial untuk survive menjadi pekerja yang berhasil mengangkat perekonomian keluarga dan lingkungannya. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here