BERITABUANA, LESMO – Pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo, musim depan akan membela Repsol Honda. X-Fuera, julukan Lorenzo, meninggalkan Ducati Corse, tim yang dibela dalam kurun 2017 dan 2018 demi bergabung bersama pabrikan asal Jepang itu.

Di Ducati, pebalap 31 tahun itu kurang bersinar, sehingg mencoba meraih kesuksesan bersama Honda, layaknya yang pernah dilakukannya bersama Yamaha dalam kurun 2008-2016.

Di Yamaha, selama sembilan musim membelany, Lorenzo tiga kali merebut gelar juara dunia, tepatnya pada 2010, 2012, dan 2015. Namun, selama membela Yamaha tidak semuanya berjalan mulus.

Lorenzo sempat menjadi anak bawang karena terus-menerus berada di bawah bayang-bayang legenda hidup MotoGP yang notabene rekan setimnya, Valentino Rossi. Dalam kurun 2008 dan 2009, Lorenzo bisa dibilang hanya menjadi ban serep Rossi.

Barulah saat Lorenzo keluar sebagai kampiun MotoGP 2010, manajemen Yamaha memberi perhatian lebih kepada sang pebalap, sehingga membuat Rossi hengkang ke Ducati pada 2011. Sempat dua musim membela Ducati, Rossi kembali membela Yamaha pada 2013.

Sekembalinya Rossi pada 2013, memulai kembali persaingan antara The Doctor, julukan Rossi, dan Lorenzo yang sudah meruncing pada 2010. Agar tidak menimbulkan konflik, Yamaha setuju memberi sekat di garasi keduanya tiap kali hendak melakoni balapan.

Yang pasti, setelah Lorenzo menjuarai MotoGP 2015, hubungan keduanya semakin memburuk. Saat itu, Rossi menuduh Lorenzo meminta bantuan kepada Marc Marquez untuk keluar sebagai jawara MotoGP 2015.

Usai insiden itu, Lorenzo pun mulai tak nyaman membela Yamaha. Mengetahui kontraknya akan habis di pengujung MotoGP 2016, Lorenzo memberi ultimatum kepada manajer umum Yamaha Factory Racing, Lin Jarvis, di awal 2016.

Saat itu, ia takkan membela Yamaha di MotoGP 2017 jika Rossi memperpanjang kontrak bersama tim berlogo Garpu Tala tersebut. Ternyata, Yamaha memilih memperpanjang kontrak Rossi selama dua tahun di pengujung Maret 2016.

Lorenzo pun bereaksi. Ia memilih mengikat kontrak bersama Ducati pada pertengahan April 2016, untuk mulai membela pabrikan asal Italia itu pada MotoGP 2017.

“Anda harus memutuskan, pilih Rossi atau saya,” kata Lorenzo kepada Jarvis pada awal 2016, dikutip Speedweek, Minggu (16/12).

Setelah berpindah tim, hubungan Lorenzo dan Rossi mulai membaik. Tidak jarang, kedua pebalap saling memberi pujian satu sama lain. Salah satu pujian yang dilemparkan Lorenzo setelah Rossi tampil impresif di MotoGP Malaysia 2018. Saat itu Lorenzo takjub dengan kecepatan Rossi yang sempat memimpin balapan, sebelum akhirnya terjatuh ketika race tinggal menyisakan empat lap. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here