BERITABUANA, JAKARTA – Menurut UU No.6/2011 tentang Keimigrasian, hanya orang asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum diperbolehkan masuk dan berada di wilayah lndonesia. Imigrasi berperan mengawasi orang asing yang berada di lndonesia.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pengawasan Wilayah ll Direktorat Jenderal lmigrasi, Raden Fitri Saptaji, dalam seminar sosialisasi peraturan Keimigrasian UU No.6/2011 tentang Keimigrasian, Pengawasan Orang Asing & TKI Non Prosedural, di Auditorium Graha William Soeryadjaya di Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur, kemarin.

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama Fakultas Hukum UKI dengan Kantor lmigrasi Kelas l TPl Jakarta Timur ini membahas peran keimigrasian dan hal ihwal lalulintas orang yang masuk keluar wilayah lndonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara.

Kepala Seksi Teknologi, Komunikasi dan lnformasi dari Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Moh. Agus Sofan, membuka secara resmi sosialisasi peraturan keimigrasian. Dia memaparkan, Kanim Kelas l TPI Jakarta Timur memiliki tim pengawasan orang asing.

“Bila mengetahui keberadaan orang asing di wilayah kota administrasi Jakarta Timur yang tidak memiliki dokumen izin tinggal dan melakukan kegiatan berbahaya dapat langsung melaporkan ke kantor imigrasi kelas l Jaktim. Pelaporan melalui aplikasi pelaporan orang asing di website resmi,”jakartatimur.imigrasi.go.id,” ujar Agus Sofanu.

Fungsi Imigrasi

Raden Fitri Saptaji mengungkapkan perihal fungsi keimigrasian sebagai bagian dari urusan pemerintahan negara dalam memberikan pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, keamanan negara, dan fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Maka, untuk melaksanakan fungsi keimigrasian, pemerintah menetapkan kebijakan keimigrasian. Undang-Undang RI No.06/2011 tentang Keimigrasian Pasal 71 menyebutkan, setiap orang asing yang berada di wilayah lndonesia wajib memberikan segala keterangan yang diperlukan mengenai identitas diri dan keluarganya serta melaporkan setiap perubahan status sipil, kewarganegaraan, pekerjaan, penjamin atau perubahan alamatnya kepada Kantor lmugrasi setempat.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Kerjasama lntelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal lmigrasi, Ari Tri Esthi Moeljantoro, mengemukakan peran lmigrasi dalam pencegahan TKI Non Prosedural.

Menurutnya, TKI Non Prosedural adalah Tenaga Kerja lndonesia/Pekerja Migran lndonesia yang proses perekrutan dan penempatannya di luar negeri tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Peran lmigrasi dalam pencegahan TKI Non Prosedural adalah pengawasan keimigrasian terhadap WNI dari proses penerbitan paspor, pemeriksaan keberangkatan dan kedatangan di Tempat Pemeriksaan lmigrasi dan pengawasan saat berada di luar wilayah lndonesia. Pemeriksaan dalam proses penerbitan paspor dilihat dari dokumen persyaratan dan proses wawancara,” ujar Ari Tri Lestari.

Analis Keimigrasian Muda Kantor lmigrasi Kelas l TPI Jakarta Timur, Lukmanul Hakim memberikan informasi bahwa layanan pembuatan paspor diterapkan dengan pemberian dengan sistem antrean paspor online. Aplikasi Paspor Online tersedia dalam sistem berbasis android atau website www.imigrasi.go.id.

“Ada tiga jenis paspor di lndonesia, yaitu paspor diplomatik, paspor dinas, paspor biasa. Paspor biasa terdiri 24 halaman, paspor elektronik dan non elektronik 48 halaman. Paspor elektronik dapat digunakan untuk negara tertentu yang bebas visa dan dapat melalui jalur khusus autogate saat di tempat pemeriksaan imigrasi,” ucap Lukmanul Hakim.

Dari pihak UKI, yang hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si, MA, Dekan FH UKI, Dosen, Mahasiswa FH UKI, tenaga kependidikan UKI.

Seminar ditutup dengan ucapan terima kasih dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor lmigrasi Kelas l TPI Jakarta Timur, Syaprin Wijayakesuma, dilanjutkan pertukaran plakat dari Kanim lmigrasi Jaktim dan Universitas Kristen lndonesia, serta penyematan tanda peserta kepada mahasiswa UKI dari Kanim Kelas l Jaktim.

Dirjen lmigrasi Ronny F. Sompie sangat mengapresiasi inisiatif Kanim Jakarta Timur melakukan kerja sama dengan pihak Kampus UKI dalam mensosialisasikan kegiatan pelayanan dan pengawasan orang asing.

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan acara seperti ini dapat memberikan cakrawala tentang keimigrasian,” tandasnya. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here