BERITABUANA, LUMAJANG- Polres Lumajang berhasil membekuk pelaku kasus pornografi berkedok photografi oleh tersangka Mastenk dan dua temannya.

Atas pengungkapan tersebut, Polres Lumajang dapat apresiasi dari Pemerhati anak sekaligus mantan Komisioner KPAI, Erlinda.

“Saya sangat mengapresiasi atas kinerja cepat dari jajaran Polres Lumajang terkait kasus kejahatan online yaitu pornografi melalui media sosial dan dugaan kekerasan seksual serta pencabulan yang menimpa perempuan dibawah umur,” ujar Erlinda lewat keterangannya, Sabtu.

Diketahui, kasus seperti ini tidak di hanya terjadi di Lumajang saja, berdasarkan data KPAI ada 525 kasus pornografi di tahun 2018 dan data tersebut belum bisa dikatakan sebagai represetatif secara Nasional dikarenakan belum terintegrasi antar Lembaga terkait termasuk yang di daerah dengan modus yang berbeda beda.

Menurutnya, banyak masyarakat khususnya anak dan remaja saat ini banyak yang menjadi sasaran kelompok predator yang bersembunyi di media sosial dan memberikan janji pekerjaan yang layak dan penghasilan.

“Penyalahgunaan teknologi dan panggunaan Internet yang sulit dikendalikan, meningkatkan potensi terhadap anak-anak kita bisa menjadi korban kejahatan seksual, baik itu pornografi, prostitusi, trafficking, bullying, dan kekerasan lainnya,” ucapnya

Sebab itu, peran Orangtua, kontrol masyarakat dan kerja sama lembaga negara sangat dibutuhkan pada aspek pencegahan dan penanganan kasus yang terjadi di dunia maya/ cyber crime. Selain itu, lanjutnya perlu memberikan pemahaman kepada anak agar mempunyai pengetahuan dan sikap berhati-hati apabila ada bujuk rayu yang menyesatkan.

“Pendidikan seksual pada setiap usia anak merupakan salah satu upaya pencegahan untuk meminimalisasi korban eksploitasi & kekerasan seksual & pornografi. Saya sangat berharap pelaku di hukum seberat-beratnya, apalagi kasus seperti ini kerap menyasar anak di dibawah umur,” tutupnya. (Mir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here