Empat WN Jepang Salahgunakan Visa Kunjungan Divonis 5 Bulan 15 Hari PN Nabire

BERITABUANA, NABIRE – Pengadilan Negeri Nabire menjatuhkan vonis pidana penjara 5 bulan 15 hari dan denda Rp 10 juta terhadap 4 WN Jepang, yaitu Kaneda Hisashi, Tanaka Yoshiori, lzogaya Kazumaza, dan Hatakeyama Toru karena didakwa melanggar Undang- Undang Keimigrasian.

“Keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian visa kunjungan ke lndonesia yang diberikan kepadanya dan dilakukan secara bersama-sama, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP sebagaimana yang didakwakan,” kata Hakim Ketua Erens Jannes Ulaen SH, MH membacakan berkas putusan.

Putusan majelis hakim ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada sidang sebelumnya yang dibacakan oleh Arnes Tomasila SH.

Sebelumnya, ke-4 WN Jepang ini tertangkap petugas lmigrasi Kelas ll B Tembagapura, Kabupaten Mimika melakukan aktivitas pertambangan emas di Kabupaten Nabire pada Juli 2018.

Dalam pemeriksaan berkas oleh petugas lmigrasi, diketahui bahwa ke-4 WNA ini memiliki ijin tinggal sementara selama 1 tahun. Selama periode itu, para terdakwa mengaku datang ke lndonesia bukan membuka lahan pertambangan,tetapi mencari investor untuk menanamkan modal usaha. Namun, tidak ada perusahaan yang menerima karena tidak bisa memberikan jaminan pertangunggjawaban.

“Jadi para terdakwa yang memiliki identitas lengkap dan dengan sengaja datang ke wilayah Kabupaten Nabire untuk mencari nafkah menggunakan visa tinggal terbatas,” kata Erens Jannes yang didampingi hakim anggota Ariandi SH, MH dan Rifin Nurhakim SH, MH.

“Tapi keterangan saksi ahli keimigrasian menyebutkan bahwa visa kunjungan dan visa tinggal terbatas tidak diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan apa pun, termasuk membuka lahan pekerjaan di wilayah lndonesia,” tambah Erens lagi.

Hal-hal yang meringankan yang menjadi pertimbangan terhadap ke -4 terdakwa, mereka bersikap sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum, dan telah menjalani proses detensi di Kantor lmigrasi Mimika.

“Kami memberikan waktu selama 7 hari kepada para terdakwa untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jayapura. Apabila dari batas waktu itu terdakwa belum ada tanggapan, maka para terdakwa akan menjalani hukuman penjara sesuai yang telah diputuskan,” ujar Erens Jannes.

Ketua Majelis Hakim yang sama juga memvonis WN Korea Selatan Go Seong Yong, hukuman 5 bulan 15 hari dengan denda Rp 10 juta subsider 15 hari kurungan.(nico)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *