BERITABUANA, WASHINGTON – Pemerintah Myanmar didesak membebaskan dua wartawan kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, yang divonis satu tahun lalu. Desakan itu dikemukakan Dewan Perwakilan Amerika Serikat yang juga menyatakan melalui resolusi kalau angkatan bersenjata Myanmar melakukan genosida terhadap etnis Rohingya.

Hukuman tujuh tahun penjara dijatuhkan kepada Wa Lone dan Soe Oo. Karena memberitakan pembantaian yang dilakukan aparat setempat terhadap sepuluh pria Muslim Rohingya tahun lalu. Mereka ditangkap pada 12 Desember 2017. Pengacara kedua wartawan ini akan mengajukan banding yang dijadwalkan pada 24 Desember.

Ini pertama kalinya pemerintah AS mengungkapkan pendapatnya secara terbuka terkait kasus Rohingya. Pernyataan itu disampaikan setelah Dewan Perwakilan melakukan pemungutan suara untuk mengesahkan resolusi, dengan hasil 394-1 untuk mendesak pembebasan Wa Lone dan Soe Oo dan mengakui genosida atas etnis Rohingya.

Hanya satu anggota dewan yang menolak resolusi tersebut, yakni Andy Biggs dari Partai Republik yang berasal dari Arizona. Saat diminta mengomentari pemungutan suara Biggs, Ketua Dewan Perwakilan Daniel Stefanski tidak secara langsung menjawab pertanyaan tersebut.

“Penindasan berkelanjutan Rohingya di Myanmar adalah tidak manusiawi,” tuturnya.

Ia juga mendesak Presiden AS, Donald Trump, untuk menggunakan tekanan diplomatik sekuat mungkin untuk mengakhiri pembantaian di Myanmar dan menuntut pembebasan dua jurnalis.

“Amerika Serikat punya kewajiban moral untuk menyebut kejahatan ini sebagai genosida. Kegagalan untuk menyebutkan fakta ini membuat para pelaku terhindar dari tanggung jawab mereka ke pengadilan. Dengan resolusi ini, Dewan Perwakilan telah memenuhi tugasnya,” kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan, Ed Royce, dalam sebuah pernyataan.

Dalam laporan pada 27 Agustus, para penyelidik AS mengatakan militer Myanmar melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan terhadap sejumlah etnis Rohingya. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here