BERITABUANA.CO, JAKARTA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengirimkan surat somasi kepada Jaksa Agung, HM Prasetyo karena belum juga menyidangkan tersangka dugaan korupsi kondensat, Honggo Wendratmo secara in absentia.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, apabila dalam tempo tujuh hari Kejaksaan Agung (Kejagung) belum juga menyidangkan tersangka Honggo secara in absentia, maka pihaknya akan melayangkan gugatan praperadilan dengan termohon Kejagung.

“Kami akan segera mengajukan gugatan peradilan Kejagung terkait berlarut-larutnya penanganan kasus Kondensat yang disidik Bareskrim Mabes Polri dan diduga merugikan keuangan negara Rp35 trilun itu,” katanya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (13/12).

Dalam kasus itu, tim penyidik Bareskrim telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni mantan Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratmo, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono.

Namun, tersangka Honggo hingga kini masih kabur dan belum diketahui keberadaannya. Akibatnya, penyidik Mabes Polri kesulitan untuk melimpahkan berkas kasus tersebut ke jaksa penuntut umum.

Jaksa Agung Prasetyo sempat melontarkan pernyataan untuk menyidangkan kasus Kondensat ini secara in absentia. Pemikiran itu pernah disampaikan Prasetyo usai membuka rapat kerja nasional Kejaksaan di Denpasar, Bali, Selasa (27/11) lalu.

Menurut Boyamin, penetapan ketiga tersangka kasus Kondensat sudah hampir setahun lalu, namun berkasnya hingga kini belum juga dilimpahkan.

“Pelimpahan tahap dua saja belum dilakukan penyidik Bareskrim, gimana mau disidangkan. Ini kan sudah setahun lalu dan harus ada kepastian hukum,” tegasnya. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here