BERITABUANA, LUMAJANG– Rabu (12/12), Polsek Pasirian mendapatkan laporan dari warga tentang penemuan bayi sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Raya Dusun Bulakgempol, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Setelah mendapatkan laporan, petugas menemukan fakta mencengangkan tentang penemuan bayi tersebut. Pasalnya, AM (26), swasta, yang beralamatkan di Kalibendo, Pasirian, Lumajang yang semula merupakan pelapor sekaligus orang pertama kali menemukan bayi tersebut ternyata adalah pelaku si pembuang bayi malang tersebut.

Hal ini terungkap setelah petugas merasa ada yang ganjil dengan pengakuan pelapor, dan langsung mengintrogasi pelaku, sehingga akhirnya pelaku mengakui perbuatanya sebagai pelaku pembuang bayi tersebut.

Menurut keterangan AM, sebagaimana keterangan Polres Lumajang, kejadian ini bermula dari hubungan gelapnya dengan SNA (22), Bades Krajan, Pasirian, Lumajang. Hubungan gelap tersebut membuat SNA hamil dan melahirkan di dr. H di Pasirian pada hari Rabu.

Sesuai dengan kesepakatan, pelaku membawa pulang bayinya untuk di rawat. Akan tetapi, untuk menutupi aibnya pelaku malah membuat cerita seolah olah menemukan bayi di jalan untuk mengelabui orang tuanya maupun lingkungannya dengan menghubungi pihak kepala dusun dilanjutkan melapor ke Polsek Pasirian.

Sesuai keterangan yg berhasil dikorek dari pelaku, petugas pun menjemput SNA dan memintai keterengan tentang bayi malang tersebut. Benar saja, SNA juga membenarkan semua keterangan yg diberikan oleh AM.

Selanjutnya, sekitar pukul 04.00 WIB SNA beserta bayi tersebut dibawa ke RS Bhayangkara untuk di mintakan Visum dokter, serta siap di bawa ke ruang PPA untuk diambil keterangannya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menyayangkan perbuatan bejat dari pelaku. “Saya sangat menyayangkan kejadian pembuangan bayi tersebut. Seharusnya hal ini tidak sepatutnya dilakukan oleh orang tua kandung si bayi, apalagi bayi tersebut adalah darah dagingnya yg belum memiliki dosa,” ujar Kapolres.

“Saya sarankan kepada para orang tua sebelum mempunyai keinginan memiliki buah hati, harus memikirka faktor perekonomian maupun hal hal lain yg menunjang masa depan anak tersebut. Harus benar benar matang kalau sudah niat memiliki momongan,” sambungnya.

Dalam dua minggu ini, Polres Lumajang telah menerima dua aduan pembuangan bayi. Sebelumnya, juga ditemukan bayi di wilayah Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Dan pelaku pembuangan bayi juga merupakan orang tua kandung si bayi malang karena faktor ekonomi.

Restorativ Justice

Terpisah, Kapolres menyatakan kasus tersebut diselesaikan dengan cara “Restorative Justice”. Kepastian ini disampaikan Kapolres pada saat menggelar pers release di Polsek Pasirian, Kamis (13/12).

Hal ini dilakukan karena Kapolres melihat penghentian penyelidikan tersebut merupakan jalan terbaik atas dasar kemanusiaan. Sebelum menemui awak media untuk menjelaskan perkara ini, Kapolres juga sempat mengintrogasi secara mendalam terhadap tersangka pembuang bayi.

“Memang dalam kasus ini, saya mengedepankan restorative justice, yakni menghentikan perkara atas dasar kemanusiaan. Bukan berarti kami sebagai aparat hukum tidak mau menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur hukum. Tetapi saya pikir akan lebih bijak jika kami sebagai polri menghentikan serta memberikan pemahaman kepada orang tua bayi agar lebih menjaga titipan dari Tuhan ini,” kata Arsal.

“Di luar sana, banyak keluarga yang menginginkan memiliki momongan, jangan sampai kesempatan membesarkan buah hati ini malah dibiarkan berlalu begitu saja,” tutup pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here