BERITABUANA, BENGKULU – Arus informasi saat ini sudah tidak terbendung lagi dengan melesatnya kemajuan dalam teknologi informasi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi generasi millenial untuk memilah dan memilih informasi yang benar.

Demikian Wakil Ketua DPD RI, Akhmad Muqowam dalam acara Diskusi Millenial yang dihadiri ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Sumatera Bagian Selatan dengan tema ‘Internalisasi Islam Ahlusunnah Waljama’ah Dalam Membentuk Kader Mujahid Untuk Menghadapi Tantangan Global’ di Curup, Bengkulu, Kamis (13/12/2018).

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPD RI dari Bengkulu yaitu Muhammad Saleh dan Eni Khairani.

Dia mengajak generasi muda untuk berjalan beiringan menghadapi tantangan teknologi informasi yang semakin berkembang dengan cara memahami dunia digital.

“Tidak bisa tidak harus menjadi bagian masyarakat global, harus tahu pengetahuan teknologi dan komunikasi,” ujarnya.

Muqowam mengingatkan bahwa pengetahuan yang tinggi khususnya dalam hal teknologi informasi harus diikuti dengan pendidikan moral dan agama, sehingga nantinya tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif.

Sebagai salah satu organisasi islam, dirinya mengingatkan para mahasiswa untuk menerapkan islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin yaitu memberi rahmat bagi keseluruhan alam, apalagi mengingat Indonesia adalah negara yang besar dan beragam.

Menurut Muqowam ada empat ajaran islam yang harus diterapkan yaitu sikap moderat, seimbang dalam segala hal, adil dan toleran.

“Bagaimana kita mampu memahami, menghayati islam yang benar, Islam seperti itulah yang perlu dikembangkan bagi seluruh umat islam di seluruh Indonesia,” urainya lagi.

Dalam kesempatan yang sama Anggota DPD RI Dapil Bengkulu Muhammad Saleh mengatakan bahwa untuk mengatasi tantangan global mahasiswa harus meningkatkan kapasitas pribadi masing-masing.

“Ada dua hal yang menjadi perhatian yaitu peningkatan kapasitas intelektual dan integritas karakter,” katanya.

Untuk meningkatkan kapasitas intelektual, lanjut M. Saleh mahasiswa diharapkan mengisi waktunya dengan belajar, beribadah dan berorganisasi.

“Kalian akan menjadi pemimpin, sebelumnya bangun dulu kapasitasnya, kita revolusi diri kita sendiri, kalau berpendidikan tidak akan gampang dipengaruhi dan gampang terombang ambing,” seru M.Saleh di depan ribuan mahasiswa.

Sedangkan untuk meningkatkan integritas karakter, M.Saleh mengatakan bahwa karakter bangsa Indonesia sudah hebat, sehingga tidak perlu belajar ke bangsa lain.

“Jadi marilah kita rawat republik ini dengan cara dua hal tadi,” tutup M.Saleh. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here