BERITABUANA, JAKARTA – Sebagai elemen yang penting di Jakarta, Kemayoran merupakan salah satu yang akan menjadi contoh untuk kawasan lain yang ada di Indonesia. Peningkatan mutu terus ditingkatkan dan tidak berhenti hanya sebatas Monumen Ondel-ondel yang telah berhasil menembus rekor dunia sebagai patung ondel-ondel terbesar di Dunia.

Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IA) menyelenggarakan Sayembara untuk pembuatan Landmark dan Sclupture, Kamis (6/12) lalu. Penjurian telah mencapai babak final yang diselenggarakan di Jakarta Design Centre (JDC).

Sejak dibukanya pendaftaran pada Oktober, acara ini dibanjiri berbagi Tim Aristek Profesional Indonesia, tercatat 90 Tim yang mendaftar untuk ajang bergengsi ini. Data yang masuk hampir dari berbagai daerah di Indonesia dan hingga penutupan pendaftaran 31 karya berhasil untuk dilakukan penilaian.

Dari sekian karya yang berhasil masuk ke dalam babak final adalah 11 Tim Finalis di antaranya 6 tim untuk kategori landmark dan 5 tim kategori Sclupture yang berhasil membuat para juri terpukau. Namun, dari penjurian akhir juri memilih 3 terbaik dari setiap kategori, pada penilaian terakhir semua finalis mempresentasikan hasil yang telah dibuat.

Dalam menjelaskan hasil karyanya, beberapa finalis membawa maket agar para juri dapat melihat bentuk aslinya. Juri yang di antaranya merupakan tokoh-tokoh yang tidak asing di dunia arsitek.

Untuk kategori Landmark terdiri dari Stevanus J. Manahampi (IAI) , Yori Antar (IAI), dan Riski Renando di mana juga juri Kategori Sclupture yang menjadi perwakilan dari Pihak PPK Kemayoran. Untuk Juri Sclupture di antaranya Cosmas Gozali (IAI), Andra Martin (IAI).

Riski Renando menjelaskan semua karya yang diikutkan haruslah mempunyai konektifitas terhadap unsur-unsur sejarah Kemayoran. Riski Renando menambahkan bahkan beberapa budayawan meminta agar karya yang terpilih diharapkan membawa nilai-nilai budaya. “Setiap karya harus mempunyai konektifitas terhadap sejarah dan jika bisa membawa unsur budaya Kemayoran,” ujar Riski.

Pengumuman semua pemenang dan penyerahan hadiah akan diinformasikan IAI dalam situs resminya pada pekan ini. Riski Renando berharap pengumuman dan pemberian hadiah bisa dilakukan seperti malam penganugerahan di mana semua finalis akan diundang ke acara tersebut. “Saya berharap acara pengumuman dan penyerahan hadiah bisa dibuat seperti penganugerahan yang dihadiri semua finalis,” kata Riski. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here