BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik tindak pidana khusus pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menetapkan tiga pejabat pada Kabupaten Basel sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran makan minum tahun anggaran 2017.

“Setelah dilakukan penyidikan secara intensif dan gelar perkara (ekspose) maka tim penyidik telah menetapkan tiga pejabat Pemkab Basel sebagai tersangka kasus korupsi anggaran makan minum tahun anggaran 2017,” ujar Safrianto Zuriat Putera, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan (Basel), kepada wartawan, Senin (10/12).

Safrianto mengungkapkan, ketiga tersangka itu adalah Suwandi, A. KS, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Basel selaku Pengguna Anggaran (PA), Dra. Endang Kristinawati, MM, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkab Basel dan Yusuf, A.Md, Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat Daerah Pemkab Basel.

Menurut Safri – sapaan akrabnya — baik Suwandi, A.KS, Endang Kristinawaty maupun Yusuf, A.Md, masing-masing ditetapkan sebagai tersangka perkara tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan belanja dan minuman pada kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta belanja makanan dan minuman pada kegiatan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran 2017.

Anggaran penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran sebesar Rp. 2.305.000.000 dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 2.186.215.500. Kemudian anggaran fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati sebesar Rp. 1.651.500.000 dengan realisasi anggaran Rp. 475.979.500.

Dari reasliasi kedua kegiatan tersebut, maka keseluruhan realisasi anggaran Rp. 2.662.195.000. Setelah dipotong pajak restoran (pajak daerah), PPN, PPh pasal 23 Rp. 319.777.865, sehingga jumlah realisasi anggaran setelah dikurangi pajak Rp. 2.342.417.135.

Berdasarkan perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Ahli BPKP Perwakilan Kep. Bangka Belitung ditemukan adanya penyimpangan menimbulkan kerugiaan keungan negara sebesar Rp. 1.683.570.735,-

“Berdasarkan hasil penyidikan diperoleh fakta adanya penyimpangan dalam pelaksanaan belanja dan minuman pada kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta belanja makanan dan minuman pada kegiatan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran 2017,” kata Safri.

Lebih lanjut dikatakan Safri, penyimpangan terjadi dalam proses pengadaan dan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan oleh tersangka S, tersangka EK dan tersangka Y. Sehinga mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1.683.570.735.

Para tersangka tersebut dalam pelaksanaan belanja dan minuman pada kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta belanja makanan dan minuman pada kegiatan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran 2017, melakukan mark up harga pembelian makanan dan minuman serta sebahagiannya fiktif / membuat pertanggungjawaban fiktif.

“Kepada tersangka S, tersangka EK dan tersangka Y, disangka melanggar pasal 2, pasal 3, pasal 9 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tutup Safri.Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here