BERITABUANA, LUMAJANG- Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban sejak awal memimpin Polres Lumajang terus menjalin silaturahmi baik dengan tokoh masyarakat maupun tokoh ulama di wilayah ‘Kota Pisang’ Lumajang.

Seperti pada Minggu (9/12), Alumni Akpol 1998 ini mengunjungi salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Haromain yang berada di Kecamatan Tempeh. Di Ponpes ini, Kapolres menyempatkan untuk memberikan materi kepada santri tentang program pelatihan dari Polres Lumajang kepada pemuda maupun pemudi yang ingin mendaftarkan diri ke kepolisian secara gratis.

“Adik-adik disini, pasti ada kan yang pengen mendaftar menjadi polisi?. Jangan bingung, kami dari Polres Lumajang akan membantu kalian dengan memberikan pelatihan dan pembinaan gratis kepada kalian yang memang berminat mengabdikan diri pada bangsa ini dengan menjadi anggota Polri,” ujar Kapolres seraya disambut tepuk tangan meriah oleh para santri yang memenuhi ruangan di Ponpes tersebut.

“Jadi polisi tidak dipungut biaya sepeserpun. Ingat, calon abdi negara tidak boleh masuk dengan jalur sogokan,” sambung Kapolres.

Jangan Percaya Calo

Karena itu, lanjut Kapolres jangan sampai percaya pada calo yang menawarkan bisa masuk polisi dengan biaya tertentu. “Percayalah kepada kemampuan kalian sendiri dan jangan lupa minta doa restu orang tua serta berdoa lah kepada Allah SWT” tutup AKBP Arsal.

Diketahui, untuk penerimaan angggota Polri 2019, Polres Lumajang sendiri telah menyiapkan anggotanya untuk melatih siapa saja yang ingin bergabung dengan institusi Polri baik untuk jalur Tamtama, Bintara, maupun Perwira.

Dalam hal ini, Polres Lumajang siap melatih fisik serta mental untuk mempersiapkan menghadapi seleksi penerimaan tahun depan.

Seperti yang sudah diketahui, pondok pesantren yang notabene adalah tempat belajar mengajar dalam bidang ilmu spiritual sering kali juga melahirkan tokoh tokoh cendekiawan yang mampu membangun pemerintahan di masa depan.

“Kita ambil contoh KH Abdurrahman Wachid atau yang lebih dikenal Gus Dur adalah jebolan pondok pesantren yang menjadi Presiden Indonesia ke empat. Hal tersebut pula lah yang membuat pondok pesantren diyakini memiliki anak muda yg memiliki potensial tinggi di masa depan,” tutupnya. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here