Sinergi Tiga Pilar untuk Ciptakan Situasi Kondusif di ‘Kota Pisang’ Lumajang

BERITABUANA, LUMAJANG- Polres Lumajang terus berupaya menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, dalam kegiatan ini Polri dibantu dengan beberapa pihak lain yaitu TNI dan Satpol PP. Disini ketiga elemen ini bersinergi menjaga situasi yang aman di wilayah Lumajang.

Seperti pada Jumat (7/12) pukul 22.00 WIB digelar Razia gabungan bersama tiga pilar guna mengantisipasi masyarakat yang membawa sajam atau pelaku curat dan menindak kendaraan bermotor tanpa kelengkapan yg sesuai standart tidak lupa mengantisipasi peredaran narkoba yg disembunyikan dalam jok jok sepeda.

Lokasi Razia di depan Koramil kota Lumajang lalu dilanjutkan Patroli gabungan di tempat rawan kriminalitas.

Dipimpin Ipda Darmanto bersama Danramil kota menyisir wilayah Toga, jalanan Gajah Mada, Embong kembar dan PB Sudirman.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhamad Arsal Sahban SH SIK MH MM dalam atensinya untuk meminimalisir atau penindakan antisipasi kejahatan jalanan dan Begal.

“Kita gencarkan Razia dan penertiban dijalan jalan rawan agar dapat menekan angka kriminalitas di Lumajang terutama Begal, sasaran utama adalah warga yang tertangkap basah membawa sajam apabila dia melawan dan membahayakan petugas udah gak usah ambil pusing kita kasih timah panas saja,” ucap Kapolres.

“Benar takdir ditangan tuhan tapi kita berhak mengirim mereka lebih cepat bertemu tuhan jika memang mereka membahayakan keselamatan orang lain” tegas AKBP Arsal.

Beri Pelatihan

Terpisah, Bagian Sumda Polres Lumajang memfasilitasi putra-putri terbaik ini untuk dilatih bersama tanpa dipungut biaya apapun.

Seperti yg terpantau hari ini, Polres Lumajang melatih siswa siswi Kelas 12 SMA/SMK dan juga dari satri pondok pesantren yg memang memiliki niat untuk mendaftar menjadi Polri ini.

Tak tanggung tanggung, AKBP DR Muhamad Arsal Sahban SH SIK MM MH selaku Kapolres Lumajang juga turut ambil bagian dalam pelatihan ini, sekaligus menyempatkan adu push up dengan peserta latihan. Beliau nampak memberikan semangat kepada mereka serta menyatakan pendaftaran polisi tidak dipungut biaya sama sekali.

“Kok semua kalah push up dengan saya, padahal beda umur jauh, 42 tahun dibanding 17 tahun, Latihan lagi ya… yang pertama-kali harus disiapkan oleh adik-adik adalah niat serta restu orang tua. Baru setelah itu siapkan fisik dan mental,” katanya.

Selain dituntut cerdas, untuk bisa bergabung dengan kami harus memiliki tubuh yang prima. “Tetapi saya percaya, adik adik yang berada di depan saya adalah anak yang cerdas dan siap untuk mengikuti tahap rekruitmen Polri 2019” ujar Alumni Akpol 1998 ini.

“Ingat, menjadi anggota Polri tidak membutuhkan uang sepeserpun. Jangan percaya bujuk rayu terhadap mereka yg menjanjikan menjadi polisi dengan syarat membayar uang dengan nominal tertentu. Percayalah dengan kemampuan terbaik kalian, dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yg Maha Esa” tutup Kapolres.

Untuk diketahui, Polri setiap tahun membuka penerimaan anggota melalui tiga jalur yakni Tamtama, Bintara, serta Akpol. Untuk mempermudah mengetahui informasi seputar pendaftaran tersebut, pihak Polri telah menyediakan sumber informasi yg bisa diketahui para pendaftar melalui akses internet. Mereka dapat mengaksesnya melalui www.penerimaan.polri.go.id. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *