Lewat RDM, DPD RI Fasilitasi Kerjasama Investasi Antara Daerah dan Luar Negeri

BERITABUANA, BALI – Regional Diplomatic Meeting/RDM 2018 yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, diharapkan bisa menjadi ajang agar hubungan kerjasama antara daerah dengan luar Negeri bisa terjalin selaras dengan hubungan siplomatik oleh Pemerintah Pusat.

Tujuan RDM tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD RI Akhmad Muqowam saat memberikan pengantar dalam plenary meeting yang dihadiri para duta besar negara sahabat, gubernur dan perwakilan provinsi seluruh indonesia di Ballroom Hotel Stones, Bali, Sabtu (8/12/2018).

Peran DPD RI, menurut Muqowam adalah menjembatani hubungan antara daerah dengan luar negeri sebagai bagian dari dukungan diplomasi Indonesia secara keseluruhan.

Muqowam menyampaikan bahwa ada tiga hal utama yang ingin dicapai dalam Plenary Meeting RDM 2018 ini; Pertama, bisa berkomunikasi secara intensif dalam rangka saling memperkenalkan diri dan bertukar informasi mengenai potensi masing-masing.

Kedua, DPD RI berharap bahwa ada koordinasi antar semua stake holder sehingga kerjasama yang terbina mencerminkan kebersamaan dengan konsep membangun daerah dalam wadah NKRI, bukan ego sektoral atau ego antar pemerintahan.

“Untuk itulah kami mengajak Kementerian terkait agar terjadi koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sejak dari awal,” tegas senator dari Jawa Tengah ini, sekaligus Wakil Ketua DPD RI.

Ketiga, dengan RDM 2018 diharapkan terwujud pemahaman bersama antara Pemerintah Daerah dan Perwakilan Negara-Negara Sahabat akan pentingnya komunikasi yang intens diantara semuanya untuk memanfaatkan keberadaan DPD RI dalam memfasilitasi dan mempererat hubungan antara Daerah dengan Luar Negeri dalam upayanya meningkatkan hubungan ekonomi.

Dirinya berharap dalam kesempatan ini kementerian dapat memberikan masukan penguatan visi pemerintah mengenai pembangunan Daerah, dengan memanfaatkan kerjasama luar negeri. Demikian halnya dengan para Gubernur, agar memanfaatkan momen ini untuk memberikan informasi mengenai sektor unggulan yang akan mendapat prioritas untuk dikerjasamakan pada tahun 2019-2020.

“Kami mengharapkan kepada para Duta Besar yang hadir dalam forum ini, dapat menginformasikan kepada para calon investor di negara masing2 terkait potensi2 Daerah yang telah disampaikan oleh para Gubernur kemarin, untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama investasi yang saling menguntungkan,” cetus Muqowam.

Selanjutnya Akhmad Muqowam memimpin diskusi dengan narasumber Dr.H.Soekarwo (Ketua Umum APPSI/Gubernur Jawa Timur), Hendriwan (Plt. Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri), Wisnu Wijaya Soedibjo (Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM), dan Amalia Adininggar (Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan). (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *