Minimnya Kehadiran Anggota Rapat DPR, Paling Parah Periode Sekarang

BERITABUANA, JAKARTA – Rendahnya tingkat kehadiran anggota DPR dalam rapat-rapat di Senayan merupakan fenomena yang selalu terjadi di ujung masa bhaktinya. Sebab, anggota DPR yang kembali maju sebagai calon legislatif (caleg) lebih banyak berada di daerah pemilihan masing-masing untuk berkampanye dari pada menghadiri rapat di DPR.

Penilaian ini disampaikan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar (F-PG), Lili Asdjudireja menjawab beritabuana di komplek parlemen Senayan, Kamis (6/12/2018).

“Pada periode 2014-2019 ini disebut paling parah dibanding periode sebelumnya. Tidak hanya dalam rapat paripurna, rapat-rapat di komisi juga selalu ditandai banyaknya kursi kosong,” ungkapnya.

Lanjut Lili, pemilik kursi rupanya memilih berada di daerah pemilihan untuk mendulang suara agar terpilih kembali sebagai anggota DPR pada pemilu tahun depan.

“Mendekati akhir masa jabatan memang terlihat aktivitas di DPR berkurang, karena banyak anggota berada di daerah. Tetapi pada periode ini parah sekali, tidak seperti tahun-tahun yang lalu,” katanya lagi.

Hal ini dikataan menanggapi sorotan ke lembaga DPR karena minimnya kehadiran anggota DPR di dalam rapat beberapa bulan terkahir ini. Seperti pada waktu rapat paripurna baru-baru ini, sebagian besar anggota absen sehingga terlihat ruangan penuh kursi kosong. Begitu juga dalam rapat-rapat di komisi, pemandangan serupa juga terlihat.

“Memang parah pada periode ini, tingkat kehadiran anggota di dalam rapat, rendah, saya mengikutinya,” kata politisi senior Partai Golkar ini.

Berbeda dengan anggota DPR lainnya, Lili Asdjudireja selalu hadir untuk mengikuti semua kegiatan rapat di gedung DPR. Selain rapat paripurna yang biasanya diadakan sekali dalam seminggu, Lili juga hampir tidak pernah absen rapat-rapat di Komisi VI DPR, yang sejak lama dia ditugaskan fraksinya.

Rapat apa pun di komisinya, Lili tetap hadir dan aktif melaksanakan tugasnya. Sebagai mantan birokrat, kebiasaan Lili untuk disiplin dalam menjalankan tugas terus terbawa hingga menjadi anggota DPR.

“Saya kan mantan birokrat, sudah terbiasa disiplin, terbiasa melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” kata dia memberi alasan.

Sebelum menjadi politisi dan terpilih anggota DPR tahun 1992, Lili bekerja selama 25 tahun dan sampai menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Perindustrian Jawa Barat.

Kebiasaan tertib dan disiplin terus dilanjutkan sampai menjadi anggota DPR. Sebagai birokrat kata Lili, disiplin dalam bekerja merupakan keharusan, termasuk tepat waktu datang ke kantor.

“Jadi disiplin itu sudah terpatri dalam diri saya, kita harus disiplin,” ujarnya. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *