Harapan Bamsoet, Santri dan Pesantren Turut Aktif Gerakan Perekonomian Nasional

BERITABUANA, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap para santri dan pesantren turut aktif dalam menggerakan perekonomian nasional. Keberadaan santri dan pesantren yang tersebar di berbagai wilayah, bahkan sampai ke pelosok, merupakan kekuatan sosial yang harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi.

“Saya mendukung upaya santri zaman now yang telah melakukan berbagai terobosan untuk membantu pergerakan ekonomi rakyat. Pengabdian yang selama ini telah dilakukan kalangan santri dan pesantren melalui pembangunan akhlak, juga perlu ditingkatkan melalui pengabdian membangun ekonomi rakyat,” ujar Bamsoet saat menerima pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Kamis (6/12/18).

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Ketua Umum III HIPSI Sugeng Wijono, Wakil Sekretaris Jenderal HIPSI Rizky Arlinda dan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji.

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menyarankan HIPSI bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) guna memaksimalkan peran santri dan pesantren.

Dengan dana desa yang mencapai 1 miliar, lanjut Bamsoet, desa bisa melakukan berbagai upaya agar warganya bisa semakin sejahtera. Seperti yang sudah sukses dilakukan di Desa Umbul Ponggok, Klaten dengan mengembangkan wisata air.

“Potensi pariwisata, perdagangan dan sosial desa harus dilipatgandakan untuk kemakmuran masyarakat desa. HIPSI bisa ikut berkontribusi menjadi mitra aktif BUMDES sebagai lokomotif pemberdayaan masyarakat. Jika aktivitas ekonomi sudah bergeliat, otomatis warga akan semakin sejahtera,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengapresiasi HIPSI yang telah membuka tiga outlet retail ‘99 Mart’ untuk memfasilitasi 2.000 lebih UMKM dan masyarakat sekitar menjual produknya. Bamsoet juga mendukung usaha HIPSI yang tengah menggiatkan usaha daur ulang sampah plastik menjadi biji plastik yang diekspor ke berbagai negara, seperti Belanda dan Jerman.

“Peluang lain yang bisa dilakukan adalah melalui pemberdayaan masjid. Dengan jumlah mencapai 800 ribu lebih, masjid tak hanya menjadi tempat meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Melainkan juga menjadi tempat pemberdayaan ekonomi dari umat untuk umat,” pungkas Bamsoet. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *