Di Jepang, 11 Warga Cina Ditahan

BERITABUANA, BEIJING – Atas pelanggaran keimigrasian, sebanyak 11 warga negara China ditahan di Sapporo, Prefektur Hokkaido, Jepang.

Menurut Kepolisian Kota Hakodate, Prefektur Jepang, warga Cina itu ditangkap di dekat stasiun kereta api di Kikonai. Dua orang pria tidak membawa paspor, sedangkan sembilan lainnya, termasuk seorang perempuan, telah melebihi batas waktu izin tinggal.

Ke-11 orang itu bagian dari para pekerja konstruksi perusahaan Jepang yang ditempatkan di dekat Kota Tokyo. Untuk membangun megaproyek pembangkit listrik tenaga surya.

Adapun sebanyak 47 pekerja lainnya tidak diketahui keberadaannya setelah penangkapan 11 temannya itu. Pihak kepolisian tidak memberikan informasi lebih lanjut atas penyelidikan kasus tersebut.

Penyelidikan kasus itu dimulai polosi setelah seorang pria Cina tewas setelah dibawa ke rumah sakit oleh empat orang seperti diunggah di laman Konsulat Jenderal Cina di Sapporo, Senin (3/12).

Pihak Asuransi Kesehatan Nasional RS Kikonai telah memberikan konfirmasi atas kematian pria Cina itu. Namun, tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebabnya.

Staf Konsulat Jenderal Cina telah mendatangi Kantor Polisi Kikonai untuk meminta penjelasan terkait situasi pada 26 November 2018. Di kantor polisi itu pula, staf menemui empat warga Cina yang ditahan.

Beberapa dari mereka mengaku telah menjadi korban makelar tenaga kerja ke luar negeri. Media di Jepang melaporkan 11 orang yang ditangkap itu, termasuk Wang Chunyue (62) dan Gao Haibin (47), memasuki wilayah Jepang dengan menggunakan visa kunjungan wisata, sehingga mereka dilarang bekerja.

Namun, perusahaan kontraktor asal Jepang itu menyatakan salinan kartu residen 11 orang yang ditahan itu terdapat stempel “penduduk tetap”.

Pihak Imigrasi Jepang menyatakan kartu penduduk hanya dikeluarkan bagi orang asing yang tinggal di Jepang lebih dari tiga bulan dan tidak bisa diajukan pemegang visa sementara. Pada 2013, tiga warga Cina juga ditangkap di Jepang atas pemalsuan kartu residen. (Ant/Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *