Perhelatan SAIK 2018, PPK Kemayoran Ekspos Hutan Kota dengan Fungsi Konservasi, Edukasi, Dan Rekreasi

BERITABUANA, KOTA TANGERANG – Keberhasilan merevitalisasi hutan kota di kawasan Kemayoran ditampilkan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran pada perhelatan SAIK 2018 di wilayah Kota Tangerang, Banten.

“Keberhasilan merevitalisasi hutan kota ini sehingga sekarang memiliki tiga fungsi, yakni fungsi konservasi, fungsi edukasi, dan fungsi rekreasi,” kata Kepala Divisi Pemasaran dan Humas PPK Kemayoran, Yoseph Indrajaya di lokasi perhelatan, Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Senin (3/12).

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) melalui Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) menunjuk Kota Tangerang sebagai tuan rumah perhelatan akbar di bidang kehumasan. Yakni Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) tahun 2018.

Acara bertajuk “Sinergi Indonesia Menuju Era Komunikasi 4.0” ini berlangsung mulai Minggu (2/11) hingga Selasa (4/12). Kegiatan ini diikuti 2.570 peserta dari 34 Provinsi, 416 Kabupaten, dan 94 Kota di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, memberi arahan lewat video tapping. Sementara Kepala Staf Presiden Moeldoko menjadi keynote speech “GPR di Era Komunikasi 4.0” pada acara yang dihadiri Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah Public Expose & Public Service Exhibitions. Setiap instansi harus menampilkan berbagai kreativitas dalam menyajikan materi publikasi.

“SAIK ini diselenggakan setiap tahun dan diikuti seluruh kementerian dan pemda. Pameran ini bertujuan terkait kegiatan kehumasan. Baik humas kementerian atau humas pemda,” kata Yoseph Indrajaya.

Jadi, masing-masing kementerian atau pemda diberi kesempatan menampilkan keberhasilan program-programnya.

“Dan, di sini ada komunikasi dari masing-masing standnya itu. Kita diberi kesempatan untuk bertanya, apa program-program unggulan mereka. Di sini juga ditampilkan inovasi dari setiap kementerian dan pemda,” katanya.

Menurut Yoseph Indrajaya, pihak Kementerian Sekretariat Negara disamping menampilkan inovasi-inovasi yang dibuat kementerian, juga menampilkan novasi dari dua BLU (Badan Layanan.Umum yakni PPK Kemayoran dan PPK Gelora Bung Karno.

Khusus PPK Kemayoran menampilkan inovasi pembuatan hutan kota dan wisma atlet yang telah berhasil digunakan saat penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games.

Hutan kota diharapkan bisa menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat luas. Khusus sarana rekreasi dibangun dengan anggaran sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.

“Kami BLU. Kalau BLU lebih mengutamakan pelayanan. Tidak mencari provit, sehingga hutan kota yang kami bangun sepenuhnya untuk fasos fasum. Jadi kalaupun nanti di sana ada tiket masuk, pasti terjangkau oleh masyarakat,” kata Yoseph.

Ia menambahkan, pengelolaan hutan kota nanti akan ditangani satu.unit tersendiri dari PPK Kemayoran.

Untuk kenyamanan lingkungan di Kemayoran, pihak PPK Kemayoran juga melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL), parkir liar, dan kegiatan usaha lain yang dikelola pihak lain tanpa sepengetahuan PPK Kemayoran.

Penertiban dengan pendekatan persuasif ini demi menjaga kenyamanan berbagai pihak, dan juga masyarakat pada umumnya. Untuk mewujudkan itu, selain satuan pengamanan (satpam) reguler, saat ini satpam itu juga dibantu dan didukung Satuan Brimob.

Sebelumnya Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK)Kemayoran, Riski Renando, mengutarakan sejak 2016 pihaknya terus melakukan revitalisasi Hutan Kota Kemayoran yang direncanakan selesai akhir tahun 2019.

Sebelum dilakukan revitalisasi, Hutan Kota Kemayoran dengan luas sekitar 40 hektare dulu kondisinya tak terawat, tak terjamah manusia. Banyak semak, sampah, bahkan binatang melata yang membahayakan. Tempat juga terkesan mubazir karena tidak dimanfaatkan.

“Tahun ini hutan kota Kemayoran yang masih dalam proses revitalisasi masuk dalam top 99 inovation. Sebulan yang lalu, juga diberi anugerah MenpanRB,” kata Riski kepada wartawan di Kantor Kementerian Sekretariat Negara di Jakarta, Jumat (30/11).

Hutan kota yang telah direvitalisasi nantinya dijadikan tempat rekreasi, edukasi serta konservasi. Waduk yang ada di loikasi tersebut juga dapat dijadikan penampungan banjir di wilayah kemayoran.

“Tempat ini akan jadi tempat rekreasi bukan hanya warga Jakarta, tapi juga daerah lain yang berkunjung,” ujar Riski.

Riski mengatakan untuk merevitalisasi hutan Kemayoran pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, Hutan Kemayoran akan terealisasi lengkap dengan ampitheater di pinggir danau, jembatan, penangkaran burung dan kupu-kupu dan arena pendidikan.

“Jadi, ada tiga wonderful journey, pertama sarana rekreasi seperti ada jogging track, sepeda, wisata mangrove. Kedua edukasi seperti penangkaran burung, kupu-kupu, pembibitan tanaman keras dan langka dan pengelolaan sampah. Ketiga adalah konservasi, menanam tanaman khas di ruang terbuka hijau seluas 40 hektare sekaligus sebagai resapan air,” jelasnya.

Komplek Kemayoran sendiri, lanjut Riski total memiliki luasan 450 hektare. Lokasi bekas bandar udaya kemayoran itu meliputi lokasi yang saat ini digunakan untuk wisma atlet, JI Expo, Pasar Mobil Kemayoran, kantor pemerintahan, menara jakarta dan lainnya. Lokasi ini juga masih banyak menyisakan ruang terbuka hijau, selain Hutan Kota Kemayoran, juga ada joging track sepanjang 4 kilometer yang kanan kirinya minimal 25 meter banyak ditumbuhi pepohonan rindang. (Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *