BERITABUANA, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Serah Simpan karya Cetak Dan Karya Rekam (SSKCKR) menjadi UU. Dalam rapat paripurna di komplek parlemen Senayan, Senin (3/12/2018), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan petingnya UU ini.

“Sangat dibutuhkan sebagai perlindungan bagi karya cetak dan karya rekam yang merupakan hasil budayabangsa yang memiliki peran penting sebagai salah satu tolok ukur kemajuan intelektul bangsa, referensi dalam bidang pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian dan penyeberan informasi, dan pelestarian kebudayaan nasional, serta meruapakan alat telusur terhadap bangsa untuk pembangunan dan kepentingan nasional,” ungkap Muhadjir dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

UU yang disetujui ini sebagai pengganti dari UU Nomor 4 Tahun 1990. Tetapi karena dianggap UU ini belum efektif termasuk mengakomodasi dinamika masyarakat, maka pemerintah berinisiatif untuk menggantinya.

Dalam UU yang baru, disebut, karya cetak adalah setiap karya intelektual dan/atau artistik yang diterbitkan dalam bentuk cetak yang diperuntukkan bagi umum. Sedang karya simpan adalah setiap karya intelektual dan/atau artistik yang direkam, baik audio maupun visual dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal atau sejenisnya yang diperuntukkan bagi umum.

Sementara yang dimaksud dengan koleksi serah simpan adalah seluruh hasil karya cetak dan karya rekam yang telah berada dalam pengelolaaan  perpustakaan nasional dan perpustakaan provinsi yang memiliki tugas dan fungsi sebagai perpustakaan deposit.

“Setelah RUU ini ditetapkan menjadi UU, maka pemerintah akan segera menyiapkan peraturan pelaksanaaan, sarana parasarana, dan sosialisasi melalui berbagaui forum dan media kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait,” kata Menteri Muhadjir. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here