BERITABUANA, BOLOGNA – Pebalap Ducati Corse asal Italia, Andrea Dovizioso, harus menerima kegagalan meraih gelar juara MotoGP 2018. Sama seperti balapan musim lalu.

Dalam dua musim itu, Dovizioso dikalahkan rider Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez. Namun, ia nyatanya merasa bangga bisa bersaing sengit dari Marquez.

Sejatinya Dovizioso telah berlaga di MotoGP sejak musim balap 2008. Namun, harus disayangkan karena prestasi Dovi tidak bisa dikatakan bagus. Sejak musim 2008 hingga 2016, Dovizioso tercatat hanya memenangkan dua seri balapan saja di pentas MotoGP.

Jadi, ia tak menduga ketika mentas di musim 2017 bisa tampil gemilang dengan menjadi runner-up. Pada musim lalu, Dovizioso mampu memaksa Marquez yang notabenenya juara bertahan untuk bertarung memperebutkan titel hingga balapan seri terakhir.
Penampilan Dovi pun berlanjut hingga musim ini. Saat ia juga tampil sebagai penantang terkuat Marquez dalam perebutan gelar juara dunia.

“Dua tahun lalu tidak ada yang menyangkanya (bisa bersaing dengan Marquez). Jika Anda bertanya kepada seseorang dua atau tiga tahun yang lalu, bisakah ini terjadi? Tidak,” kata Dovi, Senin (3/12).

“Namun, itu bagus. Saya sangat bangga telah menciptakan situasi itu dengan tim dan mampu bertarung dan menciptakan masalah bagi Marc, seorang juara dunia tujuh kali,” lanjutnya.

Menurut Dovi, saat ini pihaknya memiliki hubungan yang baik. Dapat berbicara dengan mudah di luar lintasan, terutama karena ketertarikan yang sama adalah motorkros. Itu mudah. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here