Ronny F. Sompie dan Dolfie Suling Terima ‘Minahasa Award’ di Peringatan 128 Tahun Sam Ratulangi

BERITABUANA, JAKARTA- Peringatan 128 Tahun Pahlawan Nasional Dr. GSSJ Ratulangi di Asana Kawanua Hotel, Jakarta, berlangsung meriah, yang dihadiri tokoh senior Pro Merah Putih dari berbagai daerah, termasuk Lani Sugandhi Ratulangi serta Uki Soedjoko Ratulangi (dua putri Dr GSSJ Ratulangi, alias Oom Sam Ratulangi).

Acara berlangsung dengan nuansa budaya Minahasa, salah satu suku pejuang yang ikut andil mengkontribusikan banyak pahlawannya untuk memerdekakan Republik lndonesia, diawali oleh diskusi kontemplatif, antara lain menghadirkan tiga tokoh Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP), yakni pakar budaya dan sejarah, Dr. Benny E Matindas (Anggota Dewan Pembina GPPMP), Dr. Ronny F Sompie, SH,MH ( Wakil Ketua Dewan Penasihat GPPMP) dan Sonny Wuisan, SH, MH (Wakil Ketua Tim Satkersus DPP GPPMP).

Ketiga tokoh asal Minahasa ini menyampaikan pokok-pokok peran dan kiprah Dr. Gerungan Saul Semuel Jacob Ratulangi di bidang pemerintahan, kebudayaan dan jurnalistik.

Sebelumnya, salah satu Oom Sam Ratulangi, yakni Lani Sugandhi Ratulangi PhD memaparkan “Sejarah, Karya dan Kiprah Dr GSSJ Ratulangi” yang mendapat atensi hadirin.

Sebagaimana diketahui, baik Lani Sugandhi Ratulangi maupun Uki Soedjoko merupakan Pinisepuh/Dewan Kehormatan GPPMP, sebuah ormas nasional yang memiliki visi melestarikan dan meneruskan jiwa dan semangat nilai peristiwa heroik perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946, yakni Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, spirit Bhineka Tunggal lka dan Sang Saka Bendera Merah Putih.

Diakhir acara, berlangsung pemberian penghargaan ‘Minahasa Award’ kepada sejumlah tokoh asal Sulut yang telah berkontribusi positif dalam pembangunan negara.

Mereka yang menerima penghargaan masing-masing Dolfie Suling, salah satu penggagas dan pendiri GPPMP dan Ronny F Sompie (Wakil Ketua Dewan Penasihat GPPMP dan Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua/KKK).

Dolfie dan Ronny mengemukakan, kehadiran serta peran mereka bukan (meskipun bukan atas nama GPPMP) di sini, karena kekagumannya atas reputasi kepahlawanan Sam Ratulangi. Di antaranya, Oom Sam mampu menggerakkan massa rakyat Indonesia, di pusat Jakarta, Jawa, Sulawesi dan Papua untuk sama-sama dalam barisan Merah Putih, pro Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan lr. Soekarno dan. Drs. Mohammad Hatta.

“Sam Ratulangi merupakan salah satu tokoh penting di balik layar peristiwa heroik perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 bersama Babe Palar,” kata Ronny F Sompie. (Nico Karundeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *