Gus Hayid Ajak Para Pemuda Teladani Kanjeng Nabi Dalam Bergaul

BERITABUANA, JAKARTA- Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok teladan dan panutan yang tak akan pernah habis dikaji dan dipelajari. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad di Majid Raya Baitul Makmur yang dikeloala Pemprov DKI Jakrta, KH Muhammad Nur Hayid alias Gus Hayid mengajak para hadirian khususnya kalangan pemudanya untuk menjadikan rasulullah teladan dan panutan hidupnya dalam bergaul dan menjalani kehidupan di dunia ini.

“Kalau kita ingin selamat di dunia dan di akherat serta dicintai Allah dan kanjeng nabi, maka ayo kita berkomitmen, berniat menjadikan sang junjungan Muhammad SAW sebagai uswah dan teladan terbaik. Kalau kita bisa, dijamin surga dunia dan akherat pasti akan ada dalam genggaman,” tegas Pengasuh Pesantren Skill Jakarta ini dalam acara maulid nabi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Salah satu cara paling mudah untuk bisa meneladani rasulullah sepenuh hati adalah dengan kita mengerti dan memahami sosok beliau dan sejarah kehidupan perjuangannya. Maka membaca sejarah beliau dalam ‘Sirah Nabawiyyah’, maupun dan sunnah dan hadits beliau serta membaca alquran adalah keniscayaan yang harus dilakukan.

“Sebab, kalau ingin tau siapa rasulullah, bagaimana ahkaq rasulullah, ya kita harus baca alquran dan hadits serta sunnah2 beliau. Maka momentum peringatan maulid nabi yang kita gelar tiap tahun ini sejatinya adalah waktu yang pas untuk kita mengecek diri kita sudahkan seiring bertambahnya umur, kita menjadi lebih baik dan bisa meneladani rasulullah. Artinya kita semakin dekat dengan Allah dan cinta rasulnya,” terang pengurus MUI pusat komisi dakwah ini.

Kalau kita bisa memaknai berulangnya peringatan maulid nabi dengan komitmen menjadi lebih baik dan lebih taat kepada Allah dan cinta kepada rasulullah, lanjut Gus Hayid, maka kita akan bisa merasakan indahnya kangen dan rindu kepada sang pujaan kanjeng rasul. Tapi kalau peringatan maulid hanya dijadikan seremonial belaka, maka sangat disayangkan karena pasti hanya akan menambah kegersangan demi kegersangan kegiatan yang kita lakukan.

“Wujud paling sederhana kalau acara maulid punya efek dalam kehidupan kita, sudahkan diri kita terus dan selalu memperbanyak baca salawat kepada kanjeng nabi? Lalu diri kita menjadi pribadi terus ingin mencontoh dan meneladani kanjeng nabi. Bersikap lemah lembut dan penuh cinta serta menjauhkan diri dari sikap kasar, dolim, caci-maki dan prilaku hoax. Kalau kita bisa merasakan efek di atas, sungguh kitalah orang yang sedang dirindukan kanjeng nabi muhammad SAW,” pungkas Caleg DPR RI Dapil Lumajang-Jember nomor urut 8 dari PKB ini. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *