BERITABUANA, LUMAJANG- Dalam rangka menempatkan kader-kader terbaik di parlemen, Pengurus PB IKA-PMII, KH Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid meminta IKA- PMII Kabupaten Lumajang betul-betul mau mengawal dan mendukung kadernya yang maju nyaleg dari berbagai partai yang ada.

Hal ini dinilainya sangat penting agar transformasi kader di ruang-ruang strategis bisa dilakukan dengan baik.

“Kita Ber PMII dulu kan karena punya tujuan yang sama, bagaimana kita kawal Islam Aswaja yang ramah, dan NKRI yang lebih baik. Nah, saat momentum perbaikan itu ada, ya gak ada pilihan bagi semua kader dan alumni harus bersatu padu untuk mensukseskan kader yang siap berjuang di parlemen,” tegas Gus Hayid, alumni PMII Jogja ini dalam acara Silaturahmi IKA PMII Kabupaten Lumajang beberapa waktu yang lalu.

Staf Khusus Menaker RI ini meminta semua kekuatan alumni dan kader merapatkan barisan dan bergandengan tangan untuk berbagi peran terbaik agar tujuan penempatan kader-kader di parlemen bisa maksimal.

Oleh karena itu, meskipun banyak sekali kader yang nyaleg dari partai berbeda-beda, sinergi harus dilakukan, jangan sampai sebaliknya malah saling bunuh karakter dan mematikan peran antar kader.

“Kita sudah punya Kader Terbaik yang menjadi Bupati Lumajang, Cak Thoriq, harus kita kawal dan terus kita backup. Salah satu mengawal dan memback up nya adalah bagaimana DPRD Lumajang harus diisi dan dikuasai oleh kader-kader PMII,” tegas Gus Hayid yang juga wakil ketua bidang kemitraan dan luar negeri LD PBNU ini.

“Demikian juga yang DPRD Jatim dan DPR RI. Kalau semua yang mewakili rakyat lumajang adalah kader PMII apalagi juga yang asli Lumajang, tentu ini akan menjadikan satu kekuatan yang sangat dahsyat untuk kemajuan dan pembangunan Lumajang tercinta,” tambah Caleg DPR RI Dapil Lumajang-Jember dari PKB ini.

Bagaimana dengan peran Kader PMII yang sekarang masih berproses di kampus maupun di cabang, Gus Hayid meminta mereka tetap fokus belajar dan berlatih skill dan ketrampilan berorganisasi. Salah satu latihan itu bisa dengan terus menjalin silaturahmi dengan alumni dan bekerjasama dengan mereka sesuai bidang yang disukainya.

“Kalau para seniornya ada yang nyaleg, kader PMII yang suka politik, dan ingin terjun di politik, ya bantu seniornya itu, kali aja bisa jadi Tenaga Ahli atau staf yang akhirnya bisa belajar langsung sambil mempersiapkan diri. Yang suka dagang, ya cari senior yang sukses dalam bisnis, ikuti dan kawal mereka sambil latihan bisnis, dan demikian seterusnya,” Tegas Gus Hayid yang juga Ketua Umum Jaringan Pemuda Masjid Indonesia (JAPMI) ini.

Dengan sinergi dan komunikasi yang apik, lanjut pengasuh Pesntren Skill Jakarta ini, insyallah apapun yang menjadi mimpi kader-kader PMII agar bisa mengisi ruang strategis di masyarakat akan bisa dengan mudah terwujud.

“Kalau kader PMII tau bagaimana bergerak, selalu membantu dan membackup seniornya dengan baik tentu apa yang diraih senior akan juga dinikmati oleh yuniornya. Tapi kalau saling potong apalagi saling bunuh karakter dan saling jegal, ya jangan harap ada kemanfaatan dan kemaslahatan dengan PMII atau IKA-PMII,” tutup mantan sektetaris Dubes RI di Aljazair ini. (Mir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here