Pembobolan Rekening Bank Nasabah Dari Dalam Lapas Dongan Modus SIM Swap Fraud di Bongkar Bareskrim

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tersangka ZA (27) dan PRH (25) di Pekanbaru dan Surabaya, sedangkan JEPG (29) sekitar bulan Agustus 2018 meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas. Mereka diringkus karena telah berkonsipirasi melakukan kejahatan manipulasi data autentik secara elektronik melalaui ITE dan penyalahgunaan transaksi internet banking untuk mengambil uang dari salah satu Bank, hingga menyebabkan kerugian 520 juta rupiah, demikian diungkapakan Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Dani Kustoni, Jumat (30/11).

Lebih lanjut Dani menambahkan “Kepada penyidik ​​ZA mengaku melakukan akses ilegal terhadap email dengan menggunakan yang diperoleh dari salah satu web phising. Email milik korban AK telah dikuasai ZA sejak tahun 2017. Setelah ZA berhasil mengambil alih simcard XL millk korban tanggal 18 Juli 2018 dan mendapatkan informasi dari pihak bank berupa OTP (satu kali kata sandi) atau sandi sekali pakai, dan pada tanggal yang sama ZA leluasa menggunakan akun pribadi untuk mentransfer melalui internet banking yang diakses menggunakan perangkat handphone tablet.”

“Dalam melakukan aksinya ZA dibantu oleh PRH yang telah disuruh membuat kartu sim baru, atas nama korban AK dengan menggunakan dokumen virus yang dislapkan ZA dan Alm. JEPG (Oknum Petugas Lapas) yang menyiapkan 15 rekening yang digunakan ZA untuk menampung uang hasil kejahatan. Alhasil, uang di dalam akun milik korban sebesar 520 JT, telah dipindahkan ZA ke 15 rekening dari berbagai bank yang telah disediakan oleh JEPG,” ujar Dani

ZA merupakan salah satu Napi yang sedang menjalani hukuman di Lapas kelas II A Pekanbaru karena terlibat dalam kasus Narkoba. Selama menjalani hukuman, ZA leluasa melakukan akses ilegal dari balik jeruji dan dibantu oleh salah satu oknum petugas Lapas untuk mengumpulkan nomer-nomer rekening dan juga menarik tunai uang tunai melalui ATM

Atas perbuatan ini tersangka diancam dengan Pasal 50 jo Pasal 34 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan / atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Jo Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan / atau Pasal 363 KUHP dan / atau Pasal 263 KUHP dan / atau dan / atau Pasal 82 dan 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan / atau Pasal 55 KUHP, dapatdapat dipidana secara maksimal 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak 10 Milyar.(Lsw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *