Dirjen Pemasyarakatan : Kaburnya Ratusan Napi Lapas Banda Aceh Sudah Terencana

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami menegaskan, kaburnya ratusan para narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Laps) Kelas II A Banda Aceh sudah direncanakan. Hal itu terungkap dari hasil tinjauan lapangan setelah pihaknya mengecek  dan mendengarkan kronologi kejadi tersebut.

Peristiwa yang bermula pada Kamis (29/11) itu,  beberapa oknum narapidana (Napi) menyalahgunakan waktu shalat magrib untuk merangcang pelarian dan mencoba merusak pagar kawat besi yang memisah kamar hunian dengan kantor utama menggunakan barbel.

“Setelah azan ada beberapa napi yang berteriak di sekitar pagar antara masjid dengan ruang untuk menuju ke ruang kantor. Oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) dan Kasi Keamanan didatangi ditanya ada apa, mereka malah berteriak-teriak dan marah sambil melemparkan botol berisi air cabai,” kata Sri Puguh kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (30/11).

Menurutnya, saat ini jumlah penghuni Lapas sebanyak 726 narapidana dari kapasitas 800 orang dengan 10 orang petugas keamanan.

“Kepala KPLP matanya pedih lalu lari ke depan, tinggal Kasi Keamanan. Ada 300 warga binaan yang shalat di masjid. Ini kebijakan Kalapas bahwa untuk shalat berkenan diberikan shalat berjamaah tapi ternyata dimanfaatkan untuk perlawanan,” tambah Sri Puguh.

Saat ditegur petugas, napi melawan dan mengakibatkan seorang petugas terluka dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) terkena siraman cairan yang diduga air cabai.

Dijelaskan, kemungkinan para napi tidak terima dengan penegakan aturan yang dilakukan petugas sejak Kalapas baru bertugas, sehingga melawan. “Sekarang ini SOP (standard operating procedure) diketatkan. Barang kali inilah salah satu penyebab mereka membuat kericuhan antar mereka sehingga menjadi alasan mereka lari,” ungkapnya.

Para napi yang berhasil melewati kawat besi merengsek masuk menuju pintu askes utama, namun terkunci sehingga menuju aula yang beberapa waktu lalu terbakar dan menjebol besi teralis jendela yang menghadap keluar lapas.

Pihak Lapas Banda Aceh langsung berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polres Kota Banda Aceh untuk melakukan pengamanan dan pencarian para napi yang melarikan diri.

Sebanyak 26 dari 113 narapidana yang kabur dari Lapas Kelas IIA Lambaro Banda Aceh telah ditangkap pada Jumat (30/11). Napi yang tertangkap lalu ditempatkan di kamar tersendiri.

Dirjen PAS mengeluarkan lima perintah kepada seluruh jajaran untuk melakukan dan meningkatkan intensitas kontrol dan inspeksi khususnya saat jam rawan, memastikan seluruh napi berada di kamar dan terkunci, (3) melakukan koordinasi dengan aparat keamanan kepolisian/TNI untuk meningkatkan intensitas kontrol titik sambang atau bantuan pengamanan.

Selanjutnya, menambah kekuatan pengamanan dari unsur staf, melakukan deteksi dini dan pencegahan potensi keamanan dan ketertiban.

“Masyarakat dapat melapor kepada aparat pemerintah atau keamanan yang bertugas bila menemukan napi di tengah masyarakat khususnya keluarga untuk melaporkan jika ada napi yang kembali ke rumah atau keluarga dan kami harap napi yang masih melarikan diri agar kembali ke lapas dan menjalani sisa pidananya,” tegas Sri Puguh. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *