BERITABUANA, JAKARTA – Politikus dari PDI Perjuangan, Marura Sirait berlari demikian kencang sesaat setelah diwawancarai puluhan wartawan di depan Media Center di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018). Pria yang akrab disapa Ara ini ditanya seputar pemilihan presiden dan kesiapan calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo – Maruf Amin.

Ara memang masih tetap memiliki magnet bagi pewarta media, tidak saja dari media online dan surat kabar, tetapi juga dari media televisi. Pada hal, dia tidak memiliki jabatan apa-apa di struktur kepengurusan DPP PDI Perjuangan, paartai dia bernaung, maupun di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin.

Tetapi, dimana pun Ara berada, wartawan tidak pernah melepas kesempatan untuk mencegatnya. Jabatan yang masih dipegang Ara hingga saat ini adalah Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), organisasi sayap PDI Perjuangan.

Ara sebetulnya masih tampil sebagai pembicara dalam diskusi bertema Tunda Relaksasi Pelepasan Daftar Negatif Investasi (DNI), Jokowi Pro UMKM? bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia ikut sebagai pembicara.

Namun, diskusi belum selesai, persisnya saat dimulai sesi tanya jawab, Ara minta ijin kepada moderator Romdony (wartawan sekaligus Ketua Koordinatoriat wartawan Parlemen) untuk meninggalkan tempat lebih dulu.

“Minta maaf, saya masih ada keperluan di luar, sehingga acara dikusi ini tidak bisa saya ikuti sampai selesai,” ujar Ara seraya menatap tanda sebuah kode kepada Bambang Soesatyo dan Bahlil yang ada disampingnya.

Ketika diskusi sedang berjalan, Ara memang beberapa kali sedang menerima telepon, seperti memberitahu kalau dirinya masih diskusi dengan wartawan parlemen.

Namun, langkahnya masih terhenti karena begitu dia meninggalkan ruangan diskusi, sebagian wartawan dalam ruangan itu ikut bergerak mengikuti Ara hingga ke depan pintu masuk. Wartawan televisi, media online dan surat kabar mengelilingi Ara mengajukan sejumlah pertanyaan terkait soal pilpres. Untuk beberapa menit Ara harus meladeni pewarta media ini.

Karena merasa sudah cukup, Ara segera pamit meninggalkan wartawan. Setelah beberapa langkah, dia pun berlari sangat cepat menyusuri lobi Nusantara II. Dia berlari seolah ada yang ingin di kejar, seperti tidak ingin terlambat.

Beberapa stafnya, mau tidak mau ikut berlari cepat mengikuti Ara dari belakang. Seorang wartawan yang masih berusaha mewawancarainya terpaksa tinggal tidak mampu mengimbangi cepatnya Ara berlari. Kemana dia?

Rupanya, anggota Komisi XI DPR ini harus naik dulu ke ruangan kerjanya lantai 7 di Gedung Nusantara I lewat eskalator yang ada di Nusantara II. Sekitar 15 menit, dia turun dan berjalan menuju pintu belakang karena mobil Land Cruiser B 2288 PA warna hitam yang ditumpanginya sudah menunggu.

Sebelum masuk ke dalam mobil itu, Ara masih sempat berbincang dengan beberapa orang stafnya yang ada di lantai 7. Mobilnya pun melaju begitu cepat, entah menuju kemana dan mau ketemu siapa. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here