KJRI Jeddah dan Kakanwil Imigrasi Madinah Al Munawarah Bahas Perluasan Fast Track Jemaah Haji lndonesia

by -

BERITABUANA, MADINAH -Tim Konsulat Jenderal Republik (KJRI) Jeddah kembali menemui Dr. Khalid Muhammad Al Huwais, Kepala Kantor Wilayah Provinsi (Kakanwil Madinah) guna membahas penguatan kerja sama pre-departure clearance atau layanan jalur cepat (fast track) bagi jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Madinah dan Jeddah.

Kedatangan tim KJRI di Kantor lmigrasi (jawazat) Madinah, Senin, (26/11/2018), diterima oleh Kepala Kantor Wilayah lmigrasi, didampingi sekretarisnya, Kolonel Hisyam Al Juhani dan Kepala Bidang Warga Negara Asing, Letkol Hatim Muhammad Al tsagil.

Sedangkan, tim dari KJRI Jeddah dipimpin oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Dr. Mohammad Hery Saripudin, didampingi l. Ismoyo, Konsul lmigrasi dan Rahmat Aming Lasim, Pelaksana Fungsi Konsuler-2 yang merangkap Kepala Kanselerai KJRI Jeddah dan Endang Jumali, Konsul Haji.

Pertemuan kedua ini membahas sekaligus mengevaluasi pelayanan keimigrasian bagi jemaah haji lndonesia pada musim haji 2018 dan membahas persiapan kerja sama bidang keimigrasian untuk musim haji mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Konjen Rl menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran pelayanan jemaah haji dan keberhasilan rintisan kerja sama biometrik dan penyelesaian proses keimigrasian jemaah sebelum keberangkatan (pre-depature clearance) bagi lebih 70 ribu jemaah haji tahun 2018 yang dilakukan di Bandara Soetta dan menerapkan pola layanan fast track setibanya di bandara Arab Saudi layaknya penumpang domestik.

“lni merupakan hasil terobosan kerja sama keimigrasian yang kami rintis sejak tahun lalu, dengan melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat imigrasi setempat, kemenlu Arab Saudi, kementerian haji, otoritas bandara, dan pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Konjen Hery.

Lebih lanjut, Konjen Hery menjelaskan, pihaknya kembali menemui pejabat berwenang di Madinah untuk memperkuat kerja sama dengan memperluas pola kebijakan pre-departure clearance yang mencakup 13 titik embarkasi atau bandara keberangkatan haji di tanah air.

“Tentu saja masih ada kendala ,mengingat luasnya wilayah negara kifa. Namun, dengan komitmen yang tinggi, lnsya Allah, bisa kita atasi dengan memberikan pelayanan keimigrasian saat jemaah berada di embarkasi haji atau jelang keberangkatan,” ujar Hery.

Sebaliknya, demikian Konjen Hery, Pemerintah lndonesia akan merintis kemungkinan menerapkan layanan keimigrasian dalam pesawat atau immigration on board saat kepulangan jemaah ke tanah air, sehingga jemaah tidak perlu lagi antre di konter imigrasi setibanya di bandara tanah air.

Pertemuan itu juga mengkaji kemungkinan implementasi kerja sama lT to IT data biometrik dari jemaah haji lndonesia yang dibutuhkan untuk keperluan proses visa (keimigrasian).

Konjen juga menyampaikan masukan penggunaan atau penambahan informasi atau petunjuk berbahasa lndonesia agar mudah dipahami oleh para jemaah yang berasal dari berbagai daerah di lndonesia.

Kakanwil lmigrasi Provinsi Madinah menyambut baik usulan dan gagasan dari tim KJRI Jeddah dan berjanji akan segera mengkoordinasikannya dengan pihak terkait di Arab Saudi.

Guna merealisasikan perluasan kerja sama ini, delegasi dari KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh akan melakukan pembahasan lanjutan dengan Imigrasi Pusat dan Kemenlu Saudi di Riyadh yang rencananya akan dilaksanakan 2 Desember 2018.(nico)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *