BERITABUANA, JAKARTA – Pernyataan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, terkait pidato ‘tampang Boyolali’, bukan pelanggaran Pemilu. Karena pidato tersebut bukanlah bagian dari kegiatan kampanye, tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali. Peserta yang hadir juga kader partai pengusung paslon 02.

“Bawaslu menghentikan laporan tersebut. Sudah dihentikan. Kegiatan itu bukan dalam kegiatan kampanye tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali. Peserta yang hadir kader partai pengusung paslon 02,” ujar anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11/2019).

Ratna melanjutkan, pernyataan itu juga tidak masuk dalam bentuk penghinaan dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, Bawaslu telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor dalam mengambil keputusan.

“Melapor dan saksi juga sudah diklarifikasi. Terlapor diwakili kuasa hukumnya. Jadi laporan itu tidak ditindaklanjuti. Sudah dihentikan,” jelas Ratna.

Putusan ini tertuang dalam pemberitahuan putusan yang ditandatangani Ketua Bawaslu, Abhan, Selasa (27/11/2018). “Status laporan tidak dapat ditindaklanjuti,” demikian isi surat pemberitahuan Bawaslu.

Ujaran Prabowo tentang ‘tampang Boyolali’ tidak dapat ditindaklanjuti Bawaslu karena tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu. Pelaporan ini masuk dengan nomor laporan 16/LP/PP/RI/00.00/XI/2018. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here