BERITABUANA, JAKARTA – Direktur Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo meyakini kalau masing-masing tim pasangan calon presiden (capres), pasti akan mengurangi fakta prestasi yang diraih kompetitornya. Di saat yang sama, mereka akan memberikan kelebihan atau surplus fakta dari prestasi yang ada dari pasangan calonnya.

“Kalau Prabowo atau timnya yang menilai kinerja Jokowi, sudah pasti defisit fakta. Fakta itu dikurang-kurangi. Sebaliknya, kalau yang menilai tim Jokowi, pasti ada surplus fakta, ditambahkan dari yang ada,” terang Agus Sudibyo dalam Diskusi Publik dengan tema “Indonesia Optimis: Pandangan Media Terhadap Prestasi Dan Kerja Nyata Jokowi”, yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di kantor sekretariatnya jalan Salemba, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018) kemarin.

Hal yang sama, di mata tim Jokowi-Ma’ruf Amin, Prabowo-Sandi belum melakukan apa-apa. Tetapi menurut Tim Prabowo, Prabowo lebih punya kelebihan.

Kendati demikian, dia menilai, dalam kerangka politik hal itu wajar-wajar saja. Meskipun, dalam kerangka etika publik, menurutnya itu kurang etis.

Yang jadi persoalan, kata dia, dimana publik bisa menemukan kebenaran informasi? Menurutnya, media bisa menjadi rujukan kebenaran informasi. Meskipun, media sendiri terbelah, ada yang pro terhadap, ada yang pro Prabowo.

“Publik tak perlu cemas menghadapi media yang partisan. Karena publik yang menentukan nantinya mana media yang layak,” ujarnya.

Menurutnya, Agus media yang berpihak kepada salah satu pihak memiliki resiko ditinggalkan oleh pembacanya. Artinya, jika berita yang disajikan media tidak disajikan sesuai keinginan publik maka publik akan berpindah ke media lain.

“Dalam kondisi ini, justru media yang netral lebih diuntungkan,” pungkasnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here