BERITABUANA, JAKARTA — Biro Umum Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI memberlakukan sistim kartu parkir pada setiap kendaraan yang memasuki komplek parlemen Senayan. Perubahan sistim karcis ke sistim kartu semata-mata untuk efisiensi termasuk menghemat anggaran.

“Ini hari kelima menggunakan kartu,” ujar anggota petugas keamanan dalam(pamdal) DPR RI yang sedang bertugas di area parkir motor menjawab beritabuana, Senin (26/11/2018).

Selama ini, setiap kendaraan roda dua dan roda empat yang masuk ke komplek parlemen diberi karcis parkir oleh petugas pamdal di pintu masuk. Petugas juga mencatat dalam buku nomor kendaraan tersebut. Jika hendak keluar, karcis tersebut diserahkan , lalu petugas mengumpulkan dan kemudian merobeknya.

Petugas pamdal lainnya mengaku setuju dengan pemakaian kartu parkir . Alasan dia, kartu lebih efisien atau tidak menghabiskan anggaran. Kartu parkir baru kata dia, tidak perlu dicetak berkali-kali, karena kartu yang sudah dibuat akan digunakan untuk waktu yang lama.

Pemilik kendaraan yang hendak meninggalkan gedung wakil rakyat menyerahkan kembali kartu parkir itu ke petugas di pintu masuk, yang akan disimpan untuk digunakan kembali.

“Intinya lebih efisien. Karcis parkir kalau habis kan harus dicetak lagi dalam jumlah banyak, itu kan pemborosan anggaran,” kata petuga pamdal yang bertugas di lantai 7 gedung Nusantara 1 ini.

Kartu parkir ke komplek parlemen bentuk dan ukurannya sama seperti KTP atau kartu ATM yang ditandai dengan nomor dan lambing gedung bulat. Namun, pemilik kendaraan harus berhati-hati selama berada di dalam komplek parlemen, jangan sampai kartu parkir itu hilang. Sebab, aturan yang dibuat Biro Umum, apabila hilang, pemilik kendaraan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 50.000.

“Makanya jangan sampai hilang, simpan ditempat yang aman,” kata petugas tadi mengingatkan. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here