Gus Hayid Harapkan IKA PMII Jadi Jangkar Pengawal NKRI

BERITABUANA, JAKARTA- Sebagai organisasi yang mempersatukan Alumni Aktvis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, IKA PMII harus terus mampu menunjukkan perannya menjadi jangkar pengawal NKRI. Lebih-lebih ditengah menguatnya politik sektarian yang mengancam utuhnya NKRI.

“Peran keluarga besar IKA PMII dalam konteks kebangsaan dan keislaman saat ini betul-betul sedang ditunggu. Sebab, ancaman segregasi sosial begitu nyata di depan mata saat ini, baik akibat praktik politik machevialianisme maupun gerakan radikalisme keagamaan yang berkolaborasi dengan politik,” tegas Gus Hayid Ketum Jaringan Pemuda Masjid Indonesia (JAPMI) yang juga pengurus IKA PMII Bidang Hubungan Antar Lembaga usai pembukaan Rakernas dan Pelantikan Pengurus di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta hari ini Senin (26/11).

Menurut Caleg DPR RI Nomor 8 Dapil Lumajang-Jember dari PKB ini, masa pembekalan dan khidmat kader IKA PMII sudah harus memasuki peran-peran taktis dan strategis yang langsung bisa di rasakan masyarakat.

Sebab, hanya dengan cara itulah, PMII dan aluminya akan terus bisa manfaat dan maslahat serta terus dirindukan oleh umat dan rakyat.

“Jadi, sudah harus dimulai pendataan semua kader PMII yang sudah jadi alumni dengan potensinya masing-masing. Dengan mapping kekuatan alumni ini diharapkan peran politik, sosial, ekonomi dan keagamaan keluarga besar IKA PMII akan bisa dimaksimalkan dengan baik dan betul-betul menjawab problem keummatan dan kebangsaan kita saat ini,” tegas Mantan Sekretaris Dubes RI untuk Aljazair ini.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj menegaskan pentingnya menempatkan kader-kader potensial IKA PMII di posisi pemerintah dan masyarakat. Karena, hanya pola kebangsaan dan keberagamaan ala PMII yang merupakan kelanjutan dari perjuangan NU inilah yang pas dan layak untuk menjaga NKRI.

“NU Terbukti yang paling mampu dan siap menjaga tegak dan utuhnya NKRI sejak sebelum berdiri sampai saat ini. Maka PMII sebagai organisasi kader yang menyiapkan para pejuang dan pengerak NU harus merebut ruang-ruang strategis di pemerintahan dan di kampus2 serta di masyarakat,” kata Kiai Said saat memberikan arahan dalam tausiyah kebangsaanya.

Ketua Umum PB IKA PMII Ahmad Muqowwam menegaskan kesiapannya untuk menjalankan arahan ketum PBNU untuk menyiapkan kader-kader terbaik IKA PMII di seluruh Indonesia untuk berperan di bidang politik, ekonomi, sosial dan keagamaan.

Oleh karena itu, Rakernas kali ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan pas dan tepat dalam menjawab problem kebangsaan kita termasuk positioning kader.

“Kita akan segera laksanakan arahan ketum PBNU tersebut dna juga akan melakukan diaspora kader IKA PMII secara maksimal dan massif. Sebab itu pendataan menjadi penting dilakukan dengan segera, karena dengan data kader yang komplit dan ditambah potensi kader yang tersebar di seluruh Indonesia, tentu akan memudahkan peran dan distribusi kader secara maksimal dan tepat sasaran,” tegas wakil Ketua DPD RI ini. (Mir)

Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketum PKB A. Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPD RI Ahmad Muqowwam, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Ketum DPP JAPMI Gus Hayid hadir dalam pengukuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *